suplemenGKI.com

Kamis, 13 April 2017

12/04/2017

Mazmur 118:14-18

 

Aku taat Tuhan membela, aku berontak Tuhan menghajar

Pengantar:
Salah satu kecenderungan manusia adalah sulit melihat perkara yang salah dan perkara yang benar. Contohnya: Tidak sedikit orang tua yang cenderung membela anaknya mati-matian ketika anaknya berkelahi atau berselisih dengan anak orang lain, sekalipun anaknya jelas-jelas telah melakukan hal yang salah kepada anak orang lain. Sikap semacam itu pada akhirnya tidak mendidik anaknya sendiri tetapi malah menjerumuskannya, sehingga anak menjadi manja, mau menang sendiri dan tidak menghargai orang lain. Hari ini kita belajar dari apa yang menjadi sikap pemazmur dalam menyikapi didikan Tuhan yang kemudian menolong dia untuk mampu melihat diri dengan pandangan yang benar.

Pemahaman:

1)      Apakah yang hendak dijelaskan oleh pemazmur pada ayat 13-17?

2)      Apa pula yang hendak dijelaskan oleh pemazmur pada ayat 18?

Pemazmur dalam ayat ke 13-17, sangat mengakui bahwa sekalipun ia hidup benar, itu tidak akan membuatnya terhindar atau luput dari perbuatan, tindakan atau perlakuan tidak adil dari dunia sekelilingnya. Bahkan perlakuan tidak adil itu dijelaskan pemazmur dengan kalimat “Aku ditolak dengan hebat sampai jatuh” Itu menjelaskan bahwa memang hidup sebagai orang benar di hadapan Tuhan maupun sesama bukanlah sesuatu yang mudah. Tidak bisa dipungkiri bahwa dunia memang tidak bisa menerima kita yang dengan tekun, setia dan gigih mempertahankan kehidupan yang benar. Kita akan diperlakukan dengan tidak adil bahkan tidak jarang kita mendapat perlakuan diskriminatif yang tidak seharusnya hanya karena kita mempertahankan hidup benar. Belajar dari Pemazmur, yang walaupun diperlakukan dengan tidak adil dengan hebat, namun pemazmur tetap mempercayai bahwa Tuhan sanggup menolongnya, menopangnya. Kepercayaan itu kemudian membuatnya tetap bertahan bahkan menang menghadapi hdup yang tidak mudah ini.

Tetapi pemazmur juga mengajarkan kepada kita untuk menjadi orang-orang percaya yang bersikap adil kepada Tuhan. Pemazmur menerima dan menyadari bahwa ketika ia berbuat salah, maka ia siap menerima ganjaran Tuhan. Ungkapan “Tuhan telah menghajar aku dengan keras..” itu menunjukkan bahwa pemazmur menyadari konsekuensi yang harus ia terima ketika memberontak kepada Tuhan. Dan tidak jarang tindakan tidak adil dari dunia itu justru alat Tuhan untuk menghajarnya. Kemudian pemazmur menyadari, pelajaran Tuhan  itu sesungguhnya perlu, agar ia segera kembali atau bertobat kepada Tuhan, dan Tuhan yang penuh kasih akan terbuka tangan-Nya menyambut kembali anak-2Nya yang mau bertobat.

Refleksi:
Saudara, apakah kita menghayati bahwa Tuhan pasti membela kita, ketika kita hidup dalam ketaatan! Dan Tuhan juga akan menghajar kita ketika kita memberontak kepada-Nya!

Tekad:
Tuhan, ampuni aku karena sering memberontak kepada-Mu. Ajar aku selalu taat kepada-Mu.

Tindakan:
Belajar hidup taat kepada Tuhan dan tidak mudah menyalahkan Tuhan ketika diperlakukan tidak adil oleh dunia, mungkin itu Tuhan izinkan agar kita bertobat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*