Bagian ini menceritakan tentang penghakiman yang terakhir, di mana Yesus datang dalam kemulian-Nya dan mengumpulkan semua bangsa di hadapan-Nya. Yesus memisahkan seorang dari pada seorang seperti gembala memisahkan domba dari kambing.

1.       Apakah yang akan terjadi pada penghakiman terakhir?

2.       Siapa yang dimaksud dengan” domba dan kambing” dan dimanakah letak mereka dihadapan Yesus?

3.       Apa yang telah dilakukan oleh “domba dan kambing” tersebut dan apakah yang mereka dapat?

 

Renungan

                Injil Matius pasal 24 dan 25 berisi khotbah akhir zaman, pada pasal 25:31-46 dikisahkan bahwa Tuhan Yesus datang dalam kemuliaan-Nya bersama-sama dengan para malaikat. Semua bangsa dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia memisahkan seorang demi seorang, satu disebelah kiri dan satu disebelah kanan. Yang sebelah kiri disebut dengan “kambing” dan  yang sebelah kanan di sebut “domba”.

                Raja itu berkata kepada yang sebelah kanan, mari hai kamu yang diberkati BapaKu , terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu. Mengapa mereka berada di sebelah kanan dan yang lain disebelah kiri? Alasan yang pertama, di lihat dari ayat 35 dan 36, mereka ini telah melakukan hal-hal yang baik kepada sesama manusia selama di dunia ini. Mereka memperhatikan saudaranya yang lapar, haus, telanjang, seorang asing, sakit dan mereka memberikan apa yang diperlukan bagi saudaranya yang menderita tersebut. Alasan yang kedua paling penting adalah bahwa mereka ini adalah orang-orang yang benar (ayat 37), orang benar berarti mereka ini hidup menurut jalan Tuhan.

                Sedangkan Raja itu juga berkata kepada yang disebelah kiri-Nya, enyahlah kedalam api yang kekal, hai kamu yang terkutuk. Apa yang telah dilakukan oleh mereka ini? Dari ayat 42-43 mereka ini tidak memperhatikan saudaranya yang lapar, haus, telanjang, seorang asing, sakit dan mereka juga tidak memberikan apa yang diperlukan bagi saudaranya yang menderita tersebut. Dan dari ayat 41, dijelaskan bahwa mereka ini adalah orang-orang yang terkutuk atau orang-orang yang hidup dalam kuasa dosa atau hidup yang dikuasai oleh iblis.

                Jadi orang yang benar akan hidup menurut jalan Tuhan dengan cara memperhatikan sesamanya yang menderita  di dunia ini. Sedangkan orang yang fasik akan hidup menurut kehendaknya dan tidak pernah mempedulikan sesamanya.

                Orang benar akan mendapatkan hidup yang kekal sedangkan orang fasik ke dalam api yang kekal. Marilah kita hidup sebagai orang-orang benar dihadapan Allah dengan mengerjakan pekerjaan yang baik bagi kemuliaan nama-Nya.

 

Beriman selalu dikaitkan dengan perilaku hidup kita,

Apakah perilaku hidup kita sudah sesuai dengan iman kita?

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*