suplemenGKI.com

MEMULIHKAN HIDUP MELALUI PERTOBATAN

Mazmur 51:13-21

 

Pengantar
Setiap kita pasti mempunyai masa lalu, sebuah ruang untuk menyimpan ingatan-ingatan yang baik maupun yang buruk. Jika pengalaman masa lalu itu merupakan pengalaman yang buruk, mungkin berkaitan dengan kesalahan dan dosa kita,
apabila tidak segera dibereskan maka akan sangat berpengaruh di dalam kehidupan, baik untuk saat ini maupun untuk masa yang akan datang. Setelah kita menyadari akan kesalahan dan dosa kita di hadapan Tuhan, bagaimanakan cara kita supaya kita bisa bangkit dan tidak teringat akan masa dosa-dosa itu? Mari kita renungkan pengalaman Daud!

Pemahaman

  • Ayat 13-15    : Permohonan apakah yang diminta oleh Daud setelah ia mengaku dosa dan memohon pengampunan dari Tuhan? Apakah maksud dari permintaan Daud “Jangan membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dariku?
  • Ayat 16-21    : Apakah yang akan dilakukan oleh pemazmur apabila Tuhan mau mengampuni semua dosa-dosanya?

Setelah mengakui segala dosa dan memohon pengampunan Tuhan, Daud meminta kepada Tuhan supaya Ia berkenan untuk memperbaharui batinnya dengan roh yang teguh. Ketika seseorang berbuat dosa, maka kehidupannya akan menjadi tercemar, kotor dan najis. Demikian pula dengan apa yang dirasakan oleh Daud. Ia memohon kepada Tuhan supaya Tuhan memperbaharui batinnya dan memulihkan hidupnya. Pada waktu Tuhan memulihkan Israel, Tuhan memberikan hati yang baru, sebuah hati yang mengenal Allah (Yer. 24:7), hati yang ditulisi Taurat Tuhan (Yer. 31:33). Dengan hati yang baru ini mereka akan hidup dengan takut akan Tuhan.

Maksud dari permintaan Daud “Jangan membuang aku dari hadapan-Mu dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dariku” adalah ia meminta supaya ia tidak terpisah dari Tuhan. Sebab, Tuhanlah sumber kehidupan (Ay. 13).

Setelah mendapatkan pengampunan dan pemulihan dari Tuhan, teladan yang diberikan Daud kepada kita adalah ia akan bersorak-sorai memberitakan keadilan Tuhan. Dia juga meminta kekuatan dan pertolongan Tuhan agar dapat membuka mulutnya untuk memberitakan puji-pujian bagi kemuliaan Allah (Ay. 16-17), ia juga akan mengajarkan jalan Tuhan kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran supaya mereka yang berdosa berbalik kepada Tuhan (Ay. 15). Ia juga rindu untuk memberikan yang terbaik untuk Tuhan, bukan hanya mempersembahkan korban bakaran tetapi ia akan mempersembahkan hidupnya untuk Tuhan (Ay. 18-21). Bagaimana dengan kita?

Refleksi
Renungkanlah: Sudahkah kita sungguh-sungguh mengaku dosa dan meminta pengampunan Tuhan? jika sudah maukah hidup kita dipulihkan oleh-Nya? Apa yang akan Engkau berikan kepada Tuhan setelah engkau dipulihkan-Nya? Ingat: hanya Tuhan yang sanggup memulihkan kehidupan kita. 

Tekadku
Ya Tuhan, trimakasih untuk pengampunan-Mu, pulihkanlah dan teguhkanlah hati kami Tuhan, supaya kami bisa membalas kasih-Mu yang sungguh besar kepada kami dengan memberikan hidup kami sepenuhnya untuk melayani-Mu. 

Tindakanku
Mulai sekarang saya akan menggunakan kesempatan hidup di dunia yang Tuhan sudah pulihkan ini untuk memuliakan dan menyenangkan hati Tuhan dalam pelayanan saya di rumah, gereja dan di manapun Tuhan tempatkan saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*