suplemenGKI.com

Filipi 4:10-20

MEMBERI DAN MENERIMA

PENGANTAR
Sebagai seorang pemberita Injil, Rasul Paulus tidak sembarangan menerima bantuan atau pemberian materi dari orang-orang yang dilayaninya. Rasul Paulus pernah menolak pemberian dari jemaat Korintus, sebuah jemaat yang kuat secara finansial, supaya mereka tidak menganggap Paulus memberitakan Injil untuk memperoleh uang (1 Kor. 9:12b).  Tetapi sikap Paulus terhadap pemberian dari jemaat di Filipi sangat berbeda.  Meskipun jemaat Filipi tidak tergolong kuat secara finansial (4:10b), namun Paulus menerima dengan sukacita apa yang diberikan oleh jemaat di Filipi.

PEMAHAMAN

  • Ay. 10-14. Apa makna pemberian dari jemaat Filipi kepada Paulus?
  • Ay. 15-20. Paulus menceritakan kembali kemurahan hati jemaat Filipi yang pernah diterimanya di berbagai kesempatan sebelumnya. Menurut Anda, apa tujuannya?

Ketika surat ini ditulis, Paulus sedang berada dalam penjara. Pada waktu itulah jemaat Filipi mengirimkan bantuan finansial kepada Paulus melalui seorang utusan yang bernama Epafroditus (2:25; 4:18). Sebenarnya Paulus sendiri yakin bahwa ia tidak akan berkekurangan karena Tuhan akan selalu mencukupkan semua kebutuhannya (ay. 12-13). Namun, pemberian dari jemaat Filipi memiliki makna khusus bagi Paulus. Apa yang dikirimkan oleh jemaat di Filipi adalah ungkapan kasih, perhatian dan dukungan mereka terhadap Paulus yang sedang berada di dalam penjara (ay. 10, 14).

Kasih, perhatian dan dukungan jemaat Filipi sudah dirasakan oleh Paulus sejak lama. Ketika Paulus selesai memberitakan Injil di wilayah Makedonia (termasuk Filipi), jemaat Filipi tidak membiarkan Paulus pergi begitu saja.  Mereka mengadakan perhitungan untuk mengganti semua biaya yang dikeluarkan oleh Paulus selama melayani mereka (ay. 15).  Bahkan ketika Paulus berada di Tesalonika, jemaat di Filipi tetap mendukung kebutuhan finansial Rasul Paulus.  Paulus menceritakan semua ini untuk menegaskan bahwa pemberian mereka telah menjadi berkat bagi banyak orang (ay. 17). Paulus menyebut pemberian jemaat di Filipi itu sebagai suatu persembahan kepada Allah sendiri (ay. 18b). Karena itu, Paulus menerima dan menggunakan semua pemberian itu dengan penuh tanggung jawab.

Paulus mendoakan jemaat Filipi sambil mengajar mereka bahwa Tuhan yang kaya akan selalu mencukupkan kebutuhan mereka. Doa ini tentu sangat bermakna bagi mereka yang ingin selalu bermurah hati, meski di tengah keterbatasan mereka.

REFLEKSI
Ketika memberi, berilah dengan tulus dan penuh kasih. Ketika menerima, terimalah dengan penuh tanggung jawab.

TEKADKU
Tuhan, aku membutuhkan pertolongan-Mu agar aku mempunyai lebih banyak kesempatan untuk bermurah hati.

TINDAKANKU
Aku akan mendoakan orang-orang yang telah dipakai oleh Tuhan untuk memberikan kasih dan perhatian kepadaku. Aku juga akan mendoakan orang-orang yang membutuhkan bantuan, namun aku belum mempunyai kesempatan untuk membantu mereka.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«