suplemenGKI.com

Kamis, 12 Mei 2016

11/05/2016

Pentakosta – Roh Kudus Membebaskan Dari Sikap Pengecut

Roma 8:14-17

 

Pengantar

Minggu ini, kita akan merayakan Pentakosta, saat Allah mengaruniakan rohNya yang membuat umat yang tadinya limbung dalam ketakutan menjadi berani menghadapi dunia yang menindas. Namun Alkitab juga menyaksikan bahwa semangat itu tidak bersifat membabi buta membawa huru hara dan membalas menindas, tetapi justru tampil terarah dengan benar dan membawa kedamaian (Kisah 2:47). Roma 8:14-17 mengingatkan pada peristiwa di awal Kisah Rasul-rasul itu, khususnya pasal 2.

Pemahaman

Ay. 15    : Apa maksudnya “roh perbudakan yang membuat … menjadi takut” di awal ayat ini? Apa yang sedang umat hadapi waktu itu sehingga membuat mereka takut?

Sebelumnya disebutkan tentang orang-orang mentaati hukum atau undang-undang sebagai keharusan, karena selalu dibayang-bayangi kenyataan kalau melanggar akan dihukum. Mereka taat bukan dengan sukarela, karena sebenarnya senantiasa ingin berbuat yang sering justru melanggar hukum itu. Hidup mereka seperti tanpa tujuan yang cemerlang, karena seolah-olah terkungkung antara hukum itu dan hawa nafsu mereka yang cenderung tidak benar.

Pengikut Kristus seharusnya hidup dengan Roh Kristus, dengan semangat dan sikap merdeka dari kungkungan keterpaksaan. Mereka seharusnya hidup lepas dari hasrat dan sikap tidak benar begitu. Untuk itu mereka perlu menerima Roh Allah memimpin mereka.

Orang-orang yang hidupnya diarahkan oleh Roh Allah adalah anak-anak Allah. Mereka berbuat yang baik dan benar, karena menuruti Allah, bukan sekedar mentaati hukum karena dikuasai rasa takut dihukum. Roh Allah yang hidup dalam umat-Nya membuat berani menghadapi berbagai hal dengan damai. Roh Allah membuat berani hidup bersama Kristus, bukan berani mati dalam hasrat tidak benar. Roh itu menyadarkan bahwa mereka telah diangkat sebagai anak-anak Allah. Mereka diberi hak bersama Kristus memanggil Allah sebagai Bapa. Kesediaan ikut menanggung derita bersama Kristus, membuat mereka menerima hak istimewa untuk mengalami kemuliaan bersama-Nya pula.

Refleksi

Kristus hidup dengan sikap dan semangat yang diarahkan Roh Kudus, sehingga Ia melakukan kehendak Sang Bapa. Pengikut Kristus sepantasnya juga sukarela untuk menjalani suka duka hidup bersama Kristus, sehingga mengalami kemuliaan bersama-Nya. Sebab kita adalah orang yang ikut menerima hak untuk menyebut Allah sebagai Bapa.

Tekad

Seperti Kristus, sebagai anak Allah hidup dengan cara yang diarahkan oleh Roh Allah yang Kudus itu, dengan sikap dan semangat yang khusus, yang benar dan kuat serta sabar.

 

Tindakan

Berbuat baik dan benar dengan semangat kuat, berani dan sabar.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»