suplemenGKI.com

Kamis, 12 Maret 2020

11/03/2020

MASA DAN MERIBA

Keluaran 17:1-7

 

Pengantar
Arti nama punya pengaruh besar dalam kehidupan manusia. Untuk itulah para orang tua memberi nama kepada anaknya dengan makna yang bagus dan indah. Pemberian nama dapat menjadi inspirasi semangat dalam bekerja dan berkarya. Hal ini serupa dengan yang terjadi pada perjalanan bangsa Israel. Dalam perjalanan mereka, ada tempat yang diberi nama Masa dan Meriba dilandaskan pada satu peristiwa penting yang terjadi di antara Allah dengan manusia. Kita akan merenungkan bacaan hari ini dengan berfokus pada rencana Tuhan bagi bangsa Israel lewat Masa dan Meriba.

Pemahaman

  • Ayat 1-3   : Apa penyebab utama bangsa Israel marah kepada Musa?
  • Ayat 4-5   : Bagaimana cara Musa menyelesaikan permasalahan ini?
  • Ayat 6-7   : Apa tujuan pemberian nama “Masa” dan “Meriba”?

Bangsa Israel ada pada perjalanan di padang gurun Sin wilayah Rafidim. Berbagai penyertaan Tuhan telah mereka rasakan. Mereka telah melalui berbagai rintangan yang menghadang. Mereka dibebaskan Tuhan dari perbudakan di Mesir. Mereka sudah menyeberangi Laut Teberau. Mereka juga diberikan manna untuk terus memenuhi kebutuhan makanan. Tuhan memberikan segala yang terbaik dan dibutuhkan oleh bangsa Israel. Namun, kali ini mereka menemukan sebuah masalah, yaitu kehausan. Oleh karena tidak kunjung mendapatkan air, bangsa Israel merasa tidak disertai Tuhan. Padahal Tuhan sudah begitu besar kasih sayang-Nya dalam perjalanan mereka. Bangsa Israel menjadi marah kepada Musa yang telah memimpin perjalanan mereka bahkan mereka menjadi tidak percaya bahwa Tuhan yang menyertai perjalanan ini. Bangsa Israel tidak yakin bahwa Tuhan ada di tengah pergumulan mereka. Mereka melupakan kebaikan Tuhan.

Musa sepertinya gentar ketika menghadapi amarah bangsa Israel. Namun Musa terus meyakini bahwa Tuhan ada di tengah-tengah mereka. Sebuah sikap yang berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh bangsa Israel. Musa bertanya dan meminta jawab kepada Tuhan di tengah kondisi yang mendesak. Musa mengambil sikap untuk berseru kepada Tuhan dan memohon pimpinan Tuhan di tengah permasalahan ini. Lalu Musa pun memimpin bangsa Israel untuk berjalan menuju gunung batu yang tak berair tapi dengan penuh iman Musa percaya Tuhan hadir menyediakan air di sana.  Musa berjalan di depan untuk memberi teladan bahwa orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan tidak akan pernah ragu untuk melangkah.

Peristiwa ini menjadi sebuah teguran dari Tuhan yang memberi pelajaran penting dalam kehidupan bangsa Israel. Pada akhirnya, Tuhan pun menuntun dan memberi jawab atas pergumulan mereka. Tuhan mau mengingatkan bangsa Israel bahwa mereka sudah mencobai Tuhan dan tidak percaya bahwa Tuhan ada di tengah-tengah mereka. Pada sisi ini, kita dapat menyimpulkan bahwa bangsa Israel menjadi bangsa yang tidak sabar dan tidak tahan pada pergumulan kehidupan. Mereka ingin segera mendapatkan jawaban atas pergumulan mereka sehingga mereka secara terang-terangan mencobai Tuhan dalam kehidupan mereka. Iman kita terkadang menjadi tidak kuat dan seakan-akan membutuhkan jawaban dengan segera. Padahal di tengah kehidupan ini, seharusnya iman kita berfungsi untuk mempertegas bahwa Tuhan selalu ada di dalam kehidupan kita di tengah kondisi apapun yang saat ini kita rasakan.

Refleksi
Pernahkah Saudara melontarkan pertanyaan, “apakah Tuhan sebenarnya ada di tengah-tengah kita atau tidak?”. Pertanyaan ini menegaskan bahwa kadang kita tidak yakin dengan cara Tuhan bekerja. Apakah  Saudara pernah atau sering memaksakan kehendak pada Tuhan dengan menuntut Dia segera bertindak seperti yang kita kehendaki? Apakah Saudara marah dan kecewa pada TUHAN bila doa Saudara tidak kunjung dijawab Tuhan seperti yang Saudara inginkan? 

Tekadku
Tuhan, ampunilah aku yang tidak percaya bahwa Engkau selalu ada di tengah-tengah pergumulan hidupku dan ajarlah aku untuk terus bersyukur atas segala hal yang sudah Engkau berikan.

Tindakanku

  • Di masa Pra Paskah ini aku belajar mengendalikan kemarahan atas kondisi yang sulit. Aku akan terus belajar bersyukur, sabar dan berjuang dalam iman dan pengharapan.
  • Aku mengungkapkan syukur dengan membagikan kalimat/gambar di media sosial yang memotivasi banyak orang untuk bersyukur.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«