suplemenGKI.com

Mazmur 107:17-22.

 

Kasih Tuhan Yang Besar Harus Diresponi Dengan Syukur Yang Besar

Pengantar:
Ketika saudara berbuat salah kepada seseorang dan dampak dari perbuatan saudara itu kemudian saudara mengalami penderitaan, katakanlah saudara menjadi tidak damai-sejahtera. Namun ketika saudara mendatangi orang tersebut untuk meminta maaf atau ingin berdamai tetapi yang bersangkutan justru menolak atau tidak meresponi saudara, maka ketidakdamaian akan menjadi semakin menjauh dari saudara. Apalagi jika yang bersangkutan adalah orang yang penting bagi saudara. Tetapi bacaan kita hari ini menunjukan bahwa Tuhan tetap menyambut orang yang berseru-seru kepada-Nya sekalipun dalam kondisi sakit yang mungkin karena dosa-dosanya kepada Tuhan. Mari kita menghayati kasih Tuhan kepada orang-orang yang berseru-seru kepada-Nya melalui bacaan hari ini.

Pemahaman:

- Ketika ada orang sakit, maka tidak jarang dinilai sebagai akibat dari dosa-dosanya. Hal itu memang bisa saja benar, tetapi bagaimana penilaian Tuhan terhadap hal itu? (v. 17-18)

- Bagaimanakah respons Tuhan terhadap orang-orang yang memberontak? (v. 19-20)

- Apakah harapan Tuhan yang diungkapkan pemazmur bagi orang-oang yang diselamatkan?

Pemazmur memberikan contoh di ayat 17-18, bahwa memang konsekuensi bagi orang yang memberontak kepada Tuhan adalah menderita, tersiksa dan akan menuju pada gerbang maut, suatu gambaran penderitaan yang membawa kefatalan. Sakit yang parah biasanya menyebabkan kondisi fisik seseorang sangat buruk, bahkan untuk makan pun ia mengalami kesulitan. Gambaran ini mirip dengan pengalaman Israel saat diperbudak oleh Mesir.

Dalam kondisi yang memperihatinkan itu, mereka berseru-seru kepada Tuhan dan Tuhan melepaskan mereka dari penderitaan itu. Tuhan tidak akan membiarkan umat-Nya terus menderita apalagi sampai pada kebinasaan (maut) Tuhan meresponi dengan menolong mereka sekalipun penderitaan itu adalah akibat dari dosa-dosa mereka sendiri. Ini menunjukan bahwa kasih Tuhan kepada umat-Nya itu jauh lebih besar dari hukuman-Nya kepada umat-Nya. Karena harapan Tuhan adalah agar umat-Nya mengalami keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan. Maka Tuhan selalu menonjolkan kasih-Nya.

Tuhan yang sudah begitu besar kasih kepada umat-Nya, maka konsekuensi logisnya adalah umat harus hidup dalam syukur. Syukur yang bukan sekedar ucapan bibir tetapi dinyatakan melalui mempersembahkan korban syukur dan menceritakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dengan sorak-sorai. Artinya bagi setiap kita yang telah diselamatkan, disembuhkan, diberkati Tuhan karena kasihNya yang besar, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memuliakan Dia melalui pelayanan, persembahan dan kesaksian hidup kita yang benar.

Refleksi:
Renungkan, apa saja yang sudah kita persembahkan bagi Tuhan sebagai ungkapan syukur?

Tekad:
Tuhan, belum banyak yang telah kupersembahkan bagiMu, ajar aku untuk lebih banyak lagi.

Tindakan:
Aku mau berkata “ini hidupku Tuhan kupersembahkan bagi-Mu, untuk kemuliaan-Mu”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«