suplemenGKI.com

Kamis, 12 Juli 2018

11/07/2018

Mazmur 85:8-14.

 

“Kedamaian Akan Hadir Jika Tuhan Beranugerah”

Pengantar:
“Kedamaian akan hadir jika Tuhan beranugerah” Kalimat tema tersebut menegaskan bahwa suasana damai-sejahtera yang sesungguhnya akan hadir dalam kehidupan manusia jika Tuhan sang sumber damai sejahtera itu menganugerahkannya. Banyak orang mendambakan suasana damai dalam kehidupannya, baik keluarga, pekerjaan maupun pelayanan. Berbagai upaya dilakukan agar damai itu hadir. Mungkin dengan mengumpulkan uang yang banyak, rumah bagus, atau kedudukan tinggi, tetapi damai tidak kunjung hadir. Dalam Bacaan hari ini, pemazmur berdoa agar Israel mengalami damai-sejahteraan, mari kita telusuri doa pemazmur.

Pemahaman:

1)      Apakah yang melatarbelakangi permohonan doa pemazmur? (v. 8-9)

2)      Siapakah yang dapat menikmati suasana damai dari Tuhan? (v. 10)

3)      Bagaimanakah suasana damai dambaan pemazmur? (v. 11-14)

Konteks doa permohonan pemazmur ini adalah setelah mereka kembali dari pembuangan di Babel. Belajar dari pengalaman kehidupan masa lalu umat Israel, ketika mereka hidup tidak takut akan Tuhan, mereka bukan saja harus dibuang sebagai orang asing di Babel, tetapi juga mereka hidup dalam ketertindasan. Ketertindasan di negeri asing bukan saja membuat mereka menderita sesara sosial-ekonomi-politik tetapi juga menderita secara batin (tidak ada kedamaian) Maka ketika mereka kembali ke Yerusalem, mereka ingin mengalami kedamaian dan mereka sadar bahwa hanya Tuhan yang bisa memberikan rasa damai yang sesungguhnya. Itulah sebabnya dalam doa permohonannya pemazmur  mengutarakan harapannya dengan berkata “Perlihatkanlah..berikanlah..bukakanlah..” (v. 8-9)

Itu berarti damai hadir jika Tuhan beranugerah. Dan kedamaian dari Tuhan hanya dapat dialami jika umat Israel hidup takut akan Tuhan. Hidup takut akan Tuhan adalah hidup taat, setia dan mengasihi Tuhan. Hidup takut akan Tuhan tidak saja hanya menjadi tanggungjawab pemazmur tetapi seluruh umat Israel (berjemaah) dipanggil untuk hidup takut akan Tuhan, maka dampaknya akan mendatangkan kemuliaan (kedamaian) bagi seluruh negeri (v. 10)

Pemazmur menggambarkan dalam doanya, suasana damai itu dengan bahasa kiasan yang sangat menarik. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman. Ketika umat Israel hidup takut akan Tuhan, bukan saja suasana damai yang akan hadir, tetapi berkat-berkat Tuhan pun akan melimpah bagi umat-Nya. Ungkapan bahasa kiasan “Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit”  itu menggambarkan bahwa Tuhan akan mencurahkan berkat melimpah bagi umat-Nya (v. 12-14)

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Jika saudara merindukan suasana damai-sejahtera, jangan berjuang dengan kekuatanmu sendiri, tetapi berserulah kepada Tuhan Sang sumber damai sejahtera itu.

Tekad:
Ya Tuhan, saya bersyukur boleh mengenal Engkau sang sumber damai dalam hidupku.

Tindakkan:
Belajar terus untuk hidup takut akan Tuhan, karena hanya dengan hidup takut akan Tuhanlah saya dapat menikmati damai-sejahtera dari Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«