suplemenGKI.com

Kamis 12 Juli 2012

11/07/2012

Yakobus 5:7-11

Sabar Dalam Penderitaan

                Perikop ini ditujukan Yakobus kepada Jemaat yang hidup dalam perantauan, karena diantara mereka ada yang hidupnya berhasil namun ada juga yang masih hidup dalam penderitaan. Yakobus ingin tetap menguatkan mereka supaya tetap beriman walaupun keadaan mereka menderita.

  1. Apa yang menjadi dasar bagi orang percaya untuk tetap beriman walaupun menderita?
  2. Bagaimana seharusnya orang yang percaya menghadapi penderitaan?
  3. Apa yang menjadi acuan hidup waktu kita mengalami penderitaan?
  4. Pelajaran apa yang dapat diambil melalui bacaan diatas?

 

Renungan:

Yakobus menyadari bahwa hidup dalam perantauan membutuhkan perjuangan yang keras, maka bagi mereka yang merantau dan dapat berhasil, dinasihati jangan sombong dan bagi mereka yang sudah berusaha dan belum berhasil, janganlah bersungut-sungut. Hidup dalam perantauan memanglah tidak mudah, banyak rintangan antara lain : masyarakat sekitar yang kurang bersahabat, sulitnya menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya, kebijaksanan pemerindah daerah setempat atau sempitnya lapangan pekerjaan di daerah tersebut.

Maka Yakobus menasihatkan mereka untuk hidup bersabar dalam menghadapi situasi di daerah perantauan tersebut, bahkan bersabarnya dikaitkan dengan kedatangan Tuhan, artinya  kesabaran yang dilakukan atau dikerjaan bukan bersifat sementara namun permanen (tetap).

Untuk bertekun dalam kesabaran yang permanen tidaklah mudah, seringkali tergoda untuk bersungut-sungut saat yang kita lakukan belum berhasil. Bahkan jemaat tergoda untuk menyalahkan orang lain ketika keberhasilannya belum muncul.

Dampak dari kehidupan yang belum berhasil juga dapat memunculkan penderitaan-penderitaan baru, dan hal inilah yang perlu diwaspadai supaya ketika penderitaan itu muncul orang percaya sudah siap untuk menghadapinya. Oleh sebab itu Yakobus menasihatkan kepada jemaat agar dapat mencontoh teladan yang telah diberikan para nabi dalam menghadapi penderitaan hidupnya, misalnya Ayub.

Ayub orang yang terkenal saleh dan kaya raya serta bahagia, namun tiba-tiba keadaannya berubah secara dratis, ia menjadi menderita sekali baik secara batin maupun lahiriah. Ia kehilangan banyak harta, semua anak-anaknya mati, ia jatuh sakit dan istrinyapun tidak mendukung hidup imannya. Namun akhir dari kisah Ayub, Tuhan mengembalikan semuanya itu. Ayub sembuh dari sakitnya, hartanya juga bertambah dan Tuhan juga memberikan anak-anak kepadanya.

Yakobus mau mengingatkan kepada jemaat perantauan kalaupun mereka sedang menderita, mereka harus tetap mengingat Tuhan yang penyayang dan penuh belas kasihan. Tuhan tidak akan meninggalkan umatNya dan berjalan sendiri dalam kesusahannya, namun Tuhan berjanji tetap setia mendukung anak-anakNya yang hidup dalam takut akan Dia.

Bagaimana dengan keadaan kita? Puji Tuhan kalau kita dalam keadaan yang baik dan bahagia. Namun kalaupun saat ini kita dalam keadaan yang kurang baik, ingatlah firmanNya untuk tetap teguh dalam  iman dan tetap bersabar menghadapi semuanya ini.

Peganglah janji firmanNya bahwa Tuhan itu setia dan penyayang serta penuh belas kasihan kepada kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«