suplemenGKI.com

Bacaan Mazmur 139 : 13 – 24.

Tuhan itu tak terpahami.

Pemazmur membuka renungannya ini dengan menyebut pembentukan manusia dalam kandungan ibu. [ayat 13]. Tuhan menenun manusia dalam kandungan ibu. Betapa indah dan mendalam gambaran ini. Pemazmur berseru penuh kagum akan kejadiannya yang begitu dahsyat dan ajaib [ayat 14] dan ia menambahkan dengan kalimat ‘jiwaku benar-benar menyadarinya’. Di sini pemazmur merasakan sukacita yang besar karena Tuhan itu sangat Ajaib dan dahsyat.

Pertanyaan penuntun.

  1. Bagaimana pemahaman pemazmur  ketika Tuhan Allah membentuk dirinya ? [ayat 13-18]
  2. Permohonan apakah yang dipanjatkan pemazmur kepada Tuhan ? [ayat 19-24]
  3. Pelajaran apa yang dapat kita petik melalui peristiwa ini ?

RENUNGAN.

Proses tentang terbentuknya manusia ini membangkitkan ketakjuban pemazmur kepada Tuhan. Betapa tak terpahami segala pikiran Tuhan [ ayat 17-18] siapakah yang dapat menghitungnya ? banyaknya melebihi pasir, artinya tak terhitung.  Setiap hari manusia di kejutkan oleh ketidakpahaman akan Tuhan, Tuhan itu tak terpahami, IA pencipta segala sesuatu dengan cara yang sulit dimengerti oleh manusia, bahkan dalam menjadikan manusia sangatlah unik. Dari situ lahirlah kekaguman pemazmur akan Allah yang setiap rencana dan karya Nya tidak terpahami.

Dalam terang keAgungan Tuhan pemazmur memohon kepada Tuhan atas pergumulan hidupnya, walaupun Tuhan itu sulit untuk dipahami namun pemazmur mencoba memberanikan diri memohon kepada Tuhan.  Apa yang menjadi permohonan pemazmur ?

Pertama : pemazmur memohon agar Tuhan menghukum orang-orang fasik. [ayat 19-20]. Bagi pemazmur orang fasik adalah orang-orang yang memusuhi Tuhan dan segala pekerjaan Tuhan. Dan mereka pula yang membenci pemazmur dan umat Tuhan. Doa seperti ini pada jaman pemazmur diperbolehkan.

Kedua : pemazmur memohon kepada Tuhan agar Tuhan menyelidiki dan menguji hatinya. [ayat 23-24]. Apa maksud pemazmur ? pemazmur memohon kepada Tuhan agar Tuhan menyelidiki dan menguji hatinya dengan tujuan supaya pemazmur selalu dapat mengintropeksi diri. Apakah dia telah menyusahkan Tuhan dengan setiap perbuatannya atau ada hal-hal dalam hidupnya yang tidak berkenan kepada Tuhan ? jikalau ia telah bersalah kepada Tuhan maka ia meminta Tuhan untuk menuntunnya ke jalan Tuhan.

Bagaimana dengan kita ? apakah perbuatan kita sudah berkenan kepada Tuhan atau belum, apapun yang telah kita rasakan kita harus meminta Tuhan menuntun hidup kita. Amin.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«