suplemenGKI.com

Yakobus 5:7-11

BERSABAR DALAM PENDERITAAN

PENGANTAR
Setelah memberikan teguran kepada orang-orang kaya yang jahat, sekarang Yakobus memberikan nasihat kepada mereka yang sedang menderita.  Penderitaan yang dimaksudkan di sini bisa saja bersifat umum.  Namun, jika kita menghubungkan perikop ini dengan perikop sebelumnya, maka sangat mungkin penderitaan itu terkait dengan kondisi sosial ekonomi mereka.  Tentu tidak mudah bagi mereka untuk keluar dari penderitaan tersebut. Bagaimana mereka harus bersikap?

PEMAHAMAN

  • Ay. 7-8.  Yakobus mengajar mereka sikap yang benar dalam menghadapi penderitaan yang berkepanjangan?  Sebutkan minimal dua sikap yang diajarkan dalam ayat-ayat ini.  Sampai kapan mereka harus bersikap demikian?
  • Ay.9.  Yakobus juga menegur mereka yang bersikap salah dalam menghadapi penderitaan?  Sikap keliru apakah yang disebutkan di sini?
  • Ay. 10-11.  Bersikap sabar tentu saja tidak gampang.  Siapakah tokoh-tokoh yang perlu mereka teladani karena kesabaran mereka?  Mengapa mereka patut menjadi teladan?

Yakobus mengajar mereka yang menghadapi penderitaan dengan sabar dan teguh hati.  Ini tentu tidak mudah.  Apalagi bila batas kesabaran itu adalah sampai kedatangan Tuhan.  Petani adalah contoh yang baik untuk mengajarkan kesabaran dan keteguhan hati.  Seorang petani, setelah menabur benih, harus menunggu selama kurun waktu tertentu sampai benih itu tumbuh dan berbuah.  Dia tidak bisa mempercepat proses pertumbuhan itu sekehendaknya sendiri.  Namun, tentu saja, dia juga tidak menunggu dengan pasif.  Diperlukan kerja keras agar benih itu menghasilkan buah yang baik.  Kita yang sedang menantikan kedatangan Tuhan memerlukan kesabaran serupa.  Menunggu sambil terus bekerja.

Selain dari petani, kita juga bisa meneladan para nabi atau dari tokoh Perjanjian Lama yang sangat terkenal, Ayub.  Ketekunan mereka ternyata menghasilkan buah.  Mereka memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan bagi mereka.  Sebaliknya, Yakobus menegur mereka yang menghadapi penderitaan dengan bersungut-sungut dan saling mempersalahkan.  Sikap seperti ini bukan saja sia-sia, melainkan juga akan mendatangkan hukuman.

Penderitaan bisa terjadi pada siapa saja, disebabkan oleh berbagai hal.  Penderitaan juga bisa menimpa orang-orang beriman.  Namun, orang-orang Kristen seharusnya memiliki sikap dan cara yang berbeda dalam menghadapi penderitaan.  C.S Lewis pernah menuliskan, “Rasa sakit itu sendiri bukanlah hal yang baik.  Hal yang baik di dalam setiap pengalaman yang menyakitkan adalah, bagi si penderita, ketaatannya kepada kehendak Allah, dan bagi mereka yang melihatnya, munculnya belas kasihan dan tindakan kasih yang didorong oleh penderitaan itu.”

REFLEKSI
Para pahlawan iman bukanlah mereka yang tidak pernah mengalami penderitaan, melainkan mereka yang telah menghadapi penderitaan terburuk dengan cara yang terbaik.

 

TEKADKU
Tuhan, berikanlah hikmat-Mu agar aku dapat menemukan cara yang terbaik untuk meningkatkan kesabaranku, khususnya pada waktu aku menghadapi penderitaan.

TINDAKANKU
Selama dua hari ini aku akan berdoa untuk seseorang (yang aku kenal) yang sedang berjuang menghadapi penderitaan untuk waktu yang cukup panjang.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«