suplemenGKI.com

Mazmur 90:12-17

 

Wujud Kesadaran Akan Keberadaan Diri

 

            Barangkali saudara pernah di datangi oleh seorang pengemis atau orang yang tidak berdaya, sembari memohon-mohon sesuatu kepada saudara. Misalnya meminta uang atau makanan kepada saudara. Apa reaksi saudara jika diperhadapkan dengan orang yang demikian? Maaf saya harus katakan, bahwa tidak sedikit di antara kita yang ketika di datangi oleh peminta-minta yang demikian akan mengebaskan tangan kita sebagai isarat agar dia segera pergi dan jangan mengganggu kita. Tetapi ijinkan saja mengatakan, bahwa ketika ada orang yang datang meminta sesuatu kepada kita karena dia sangat membutuhkan atau karena dia sedang lapar, itu adalah wujud nyata kesadarannya bahwa ia memang tidak mampu menghadapi kenyataan yang sedang dihadapinya, yaitu kekurangan, lapar dan wujud bahwa dia menyadari dia tidak mampu mengatasi persoalannya itu dengan kekuatan dirinya sendiri sehingga ia harus mendatangi orang lain. Apa yang dilakukannya mungkin sesuatu yang belum tentu merupakan pilihan utama dalam hidupnya. Hari ini kita akan belajar dari pemazmur, tentang bagaimana ia mewujudkan kesadaran akan keberadaan dirinya.

 

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

1.      Temukan kalimat kunci dari sikap kesadaran pemazmur tentang keberadaan dirinya, melalui doa yang dinaikkannya kepada Tuhan (12-17)

2.      Mengapa kalimat kunci itu muncul dari diri pemazmur pada saat dia sadar siapa dirinya!

3.      Wujudkanlah kesadaran anda kepada Tuhan melalui permohonan yang tak putus-putusnya.

 

Renungan:

            Mulai ayat 12 sampai 17 dalam doa pemazmur ini, kita banyak menjumpai kalimat-kalimat bernada permohonan kepada Tuhan. Misalnya: Ajarlah, kembalilah, kenyangkanlah, buatlah, biarlah dan kiranya. Semua kata-kata itu adalah merupakan nada permohonan kepada Tuhan yang berangkat dari kesadaran pemazmur tentang siapa dirinya. Maka dapat saya katakan bahwa kalimat kunci dari doa pemazmur dalam bagian ini adalah permohonan yang tak putus-putusnya kepada Tuhan.

Apakah salah bila kita memohon kepada Tuhan yang maha segala-galanya?  Sama sekali tidak salah, justru ketika kita memohon kepada Allah berdasarkan kesadaran tentang siapa diri kita, itu adalah merupakan pengakuan bahwa kita memang membutuhkan, mengandalkan dan bergantung kepada Tuhan sepenuhnya. Kalimat-kalimat kunci pemazmur itu muncul dari kesadaran yang mengakui siapa dirinya di hadapan tuhan sekaligus mengakui siapa tuhan bagi dirinya. Di satu sisi pemazmur tahu betul bahwa dirinya membutuhkan Tuhan, di sisi lain dia sangat yakin bahwa hanya Tuhan yang mampu menjawab permohonan-permohonannya.

Satu hal yang istimewa dari pemazmur adalah, setiap permohonannya semua dibungkus dengan pengakuan “Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami atas kami…”  Ungkapan pemazmur itu menunjukan bahwa ia tahu diri, mengerti kehendak Allah dan sama sekali tidak ada tendesi untuk mengendalikan Tuhan, mengatur, apalagi memaksa Tuhan melalui permohonannya.  Pemazmur menempatkan diri pada posisi yng hanya mengharapkan belas kasihan Tuhan sesuai dengan kehendak Tuhan.

Saudara, alangkah tidak tahu dirinya bila ketika kita mengajukan permohonan kepada Tuhan yang maha kuasa, mengerti kebutuhan kita tetapi kita mencoba untuk mendesak, memerintah Tuhan. Itu berarti kita belum mengakui keberadaan diri kita dan belum mengakui kedaulatan Tuhan. Sebenarnya sebelum kita mengungkapkan permohonan-permohonan kita, Tuhan sudah tahu apa yang menjadi kebutuhan dan pergumulan kita. Tetapi mengapa kita harus memohon, karena kita perlu mengakui keberadaan diri kita di hadapan Tuhan dan kita perlu mengakui kedaulatan Tuhan di dalam hidup kita. Jika kita sudah mampu mengakui keberadaan kita dan kedaulatan Tuhan, maka jangan takut untuk memohon kepada-Nya bagian kita hanya menaruh pengharapan kepada apa yang akan Tuhan anugerahkan. Tuhan memberkati.     

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*