suplemenGKI.com

BIJAKSANA DALAM BERIMAN

Daniel 12 : 1-3

 

PENGANTAR
Orang yang bijaksana atau berhikmat dalam perjanjian lama dikaitkan dengan hati yang takut akan Tuhan. Sebagaimana diungkapkan oleh kitab Amsal 9 : 10 “Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, dan mengenal yang Mahakudus adalah pengertian”. Jadi menurut kitab Amsal orang yang bijaksana adalah orang yang takut akan Tuhan. Sudah barang tentu takut  akan Tuhan disini bukan hanya dalam pikiran tapi juga dalam hati dan perbuatannya. Oleh karena itu dalam renungan hari ini kita akan belajar tentang kebijaksanaan Daniel sebagai orang beriman.

PEMAHAMAN

  1. Apa yang dibicarakan Daniel ditengah-tengah kesulitan bangsa Israel dalam pembuangan ? Mengapa Daniel menyebut nama Mikhael ? ( ayat 1-2 )
  2. Bagaimana seharusnya kehidupan orang beriman ? Apa makna dari kalimat, “Orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cakrawala” ? (ayat 3).

Berbicara tentang Daniel, akan selalu dikaitkan dengan kesetiaan, ketekunan, kejujuran atau integritas. Di tengah situasi sulit, Daniel dan teman-temannya serta umat Tuhan, berada dalam kekelaman pembuangan di kerajaan Babel. Umat Tuhan hidup dalam tekanan dan penindasan dari para penguasa Babel yang kejam. Bagi kebanyakan orang hidup dalam pembuangan adalah penderitaan yang tiada ujungnya. Dunia ini memang telah rusak dikuasai oleh keserakahan dan kekejaman manusia. Dan seorangpun tidak akan dapat keluar dari sana tanpa adanya campur tangan Allah. itu sebabnya Daniel memberitakan bahwa umat Tuhan yang berada dalam penderitaan, masih ada pengharapan dari Tuhan. Nama Mikhael yang diyakini sebagai pemimpin dan pelindung Surgawi, oleh umat Israel, muncul mendampingi umat Allah yang sedang menghadapi penderitaan. Lebih dari itu, Tuhan sendiri berjanji akan membebaskan umat-Nya dari kesesakan.

Dalam penglihatannya Daniel melihat bagaimana orang banyak yang tidur dalam debu tanah akan bangun mendapatkan hidup kekal. Namun mereka yang sombong dan tidak percaya akan mengalami kematian kekal. (ayat 1-2)

Ditengah-tengah kegelapan dunia, yang diwakili oleh Babel penguasa dunia. Daniel muncul sebagai orang muda yang bercahaya seperti bintang yang memancarkan sinar di tengah kegelapan. Hikmat dan kebijaksanaan yang Tuhan berikan kepada Daniel mampu menyinari kegelapan. Dalam setiap menghadapi tantangan dan pergumulan yang begitu berat, Daniel mampu beriman kepada Tuhan dengan bijaksana. Sehingga imannya Daniel selalu bersinar. Tak ada orang seperti Daniel yang tetap memegang jabatan tinggi dalam beberapa kali pergantian pemerintahan di sebuah kerajaan yang sama. Itu karena Daniel adalah orang yang bijaksana dalam beriman.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan ! Orang yang bijaksana dalam beriman, ia akan bercahaya dalam kegelapan. Apakah iman anda sudah bercahaya dalam kegelapan ?

TEKADKU
Ya Tuhan, ampunilah saya, ketika dalam perjalanan mengikut Engkau, saya belum menjadi orang yang bijaksana dalam beriman. Sekarang tolonglah saya, agar saya menjadi orang yang bijaksana dalam beriman.

TINDAKANKU
Untuk menjadi orang yang bijaksana dalam beriman, saya akan terus memohon bimbingan Tuhan dalam menjalani setiap tindakan saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«