suplemenGKI.com

Kamis, 11 Juni 2020

10/06/2020

ANUGERAH PERJANJIAN

Keluaran 19:2-8

 

Pengantar
Salah satu tema teologi penting dalam Perjanjian Lama adalah tentang perjanjian. Allah mengikatkan diri-Nya kepada umat-Nya dalam perjanjian di gunung Sinai. Latar belakang perjanjian ini adalah janji Allah kepada Abraham yang akan menjadikan keturunannya menjadi bangsa yang besar (Kej. 12:1-3), yang diteruskan turun-temurun kepada keturunan Yakub (Ay. 3). Mari kita renungkan bersama.

Pemahaman

  • Ayat 1-2 : Sampai di manakah perjalanan bangsa Israel setelah keluar dari tanah Mesir?
  • Ayat 3-6 : Apakah yang dilakukan oleh Musa setelah sampai di gunung Sinai? Apakah yang difirmankan oleh Tuhan kepadanya?
  • Ayat 7-8 :  Bagaimana respon Musa terhadap firman yang telah disampaikan kepadanya itu?

Setelah bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, tepatnya pada bulan ketiga sampailah mereka di padang gurun Sinai. Mereka berkemah di depan gunung Sinai itu dan Musa naik dan menghadap Allah di gunung Sinai. Tuhan berseru dari gunung itu dan menyampaikan firman yang harus ia sampaikan kepada bangsa Israel. Isi firman Tuhan yang ada dalam ayat 3-6 ini adalah wujud dari kasih setia Tuhan kepada bangsa Israel. Tuhan mengingatkan bangsa Israel tentang bagaimana Tuhan yang telah membebaskan mereka dari perbudakan orang Mesir. Mereka bagai anak-anak rajawali yang baru saja menetas dan di atas sayap sang induk rajawali (Ay. 4); Israel juga bagaikan harta kesayangan Allah yang dijaga dan disimpan dengan hati-hati dengan penuh kasih (Ay. 5); Israel juga telah disiapkan oleh Alah untuk menjadi kerajaan imam dan bangsa yang kudus dengan tugas yang jelas untuk mewartakan karya Allah (Ay. 6).

Setelah mendengarkan firman Tuhan, Musa segera memanggil para tua-tua bangsa itu dan menyampaikan segala firman yang telah Tuhan perintahkan kepada Musa untuk disampaikan kepada bangsa Israel (Ay. 7). Respon bangsa Israel setelah mendengar firman itu pun mereka dengan senang hati menyatakan kesediaan untuk setia pada firman-Nya dengan mengatakan: “Segala yang difirmankan TUHAN akan kami lakukan.”  Dan Musa pun segera menyampaikan jawaban itu kepada Tuhan (Ay. 8). Allah ingin menunjukkan kepada bangsa Israel bahwa Dia sangat menyayangi mereka, jika mereka sungguh-sungguh mendengarkan firman dan berpegang pada perjanjian-Nya. Kepada bangsa Israel, Allah menuntut ketaatan penuh pada firman dan setia menjaga perjanjian tersebut.

Janji Allah kepada bangsa Israel ini juga sudah bisa kita rasakan melalui karya penebusan yang telah dilakukan oleh Kristus dan melalui tuntunan Roh Kudus bagi setiap kita. Dengan menyadari keselamatan yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita melalui perjanjian-Nya, biarlah membuat kita untuk bisa semakin taat kepada Tuhan, mendengarkan dan melakukan segala perintah-Nya 

Refleksi
Renungkanlah: Apakah setiap kita sudah menyadari dan merasakan bahwa ketika Allah sudah menebus kita, kita adalah harta kesayangan Allah? Apakah yang menjadi respon kita jika kita tahu bahwa kita adalah harta kesayangan Allah? 

Tekadku
Tuhan, terimakasih karena Engkau telah menjadikan kami harta kesayangan-Mu. Tolonglah kami untuk bisa selalu mengingatnya agar kami bisa senantiasa hidup taat kepada segala firman-Mu.

Tindakanku
Mulai hari ini saya akan selalu mengingat bahwa saya adalah harta kesayangan Allah, sehingga saya harus berjuang untuk menyenangkan hati Allah melalui karya yang nyata dalam hidup saya, dengan cara setia beribadah setiap Minggu kepada Tuhan, rajin bersaat teduh dsb.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«