suplemenGKI.com

Kamis, 11 Juni 2015.

10/06/2015

2 Korintus 5:6-10.

 

Percaya kepada Tuhan membuahkan ketabahan

PENGANTAR:
Sering ada ungkapan yang mengatakan “hidup ini tidak mudah” Kenyataan ini memang bisa dialami oleh siapa saja dalam kehidupannya. Konteks 2Kor 5 ini berhubungan erat dengan kondisi Paulus di mana dalam perjalanan hidupnya kerap mengalami kesulitan dan tantangan. Kesulitan dan tantangan itu bisa bermacam-macam, misalnya karena faktor  usia. Semakin tua usia seseorang maka semakin merosot keadaan fisiknya. Atau bisa juga kesulitan dan tantangan  yang berupa pergumulan hidup keseharian maupun pergumulan Iman yang selalu diperhadapkan dengan berbagai godaan yang berjuang untuk melemahkan Iman kepada Tuhan. Bagaimana agar walaupun harus berhadapan dengan berbagai tantangan namun tetap tabah menghadapinya?

PEMAHAMAN:

  1. Ay. 6-8 Paulus mengungkapkan sebuah kalimat “hati kami senantiasa tabah” Apakah sebenarnya yang melatarbelakangi pernyataan tersebut?
  2. Ay. 9-10 Apa yang menjadi kiat Paulus dalam menghadapi kesulitan dan tantangan hidupnya?

Jika kita perhatikan konteks (2Kor 4:16-18) dengan jelas kita bisa ketahui bahwa memang perjalanan kehidupan yang dialami Paulus tidaklah mudah. Ketika ia mengatakan “sebab itu kami tidak tawar hati meskipun manusia lahiriah kami merosot, tetapi manusia batiniah kami diperbaharui dari sehari ke sehari” dan “sebab penderitaan-penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami” (2Kor 4:16-17) Hal itu jelas perjalan hidup yang penuh dengan kesulitan, penderitaan dan tantangan. Semua itu sebuah kenyataan yg bisa terjadi dan tidak mungkin bisa dihindari. Tetapi yang menarik adalah dalam kenyataannya Paulus tetap bisa bertabah. Kata tabah berarti: tetap kuat, tetap semangat, tetap bertahan. Pertanyaannya, mengapa Paulus bisa demikian, hanya satu jawaban, karena dia “percaya” kepada Tuhan Yesus yang dipercayainya, yang walaupun tidak kelihatan tetapi penyertaan, pertolongan-Nya nyata dalam hidup Paulus, sehingga ia punya keyakinan bahwa di ujung jalan sulit itu ada kebahagiaan, kedamaian sejati dari Tuhan Yesus yang dipercayainya.

Maka tidak heran, sekalipun Paulus dalam keadaan yang sulit, tetapi ia tetap berkomitmen untuk terus berusaha untuk hidup berkenan kepada Tuhan. Berkenan dalam arti tetap tidak kompromi dengan dunia melainkan tetap beriman kepada Tuhan (band 2Kor 4:16)

 

REFLEKSI:
Tidak jarang ketika seseorang berada di jalur yang sulit dalam jalan hidupnya, ia ingin segera berbelok mencari jalur yang nyaman. Hal itu tidak salah, tetapi itu tidak akan membawanya pada muara ketabahan sebagai buah dari percayanya kepada Tuhan.

 

TEKAT:
Tuhan tolonglah agar ketika aku berada di jalur sulit, aku tidak gampang menyerah, tetapi belajar tabah menghadapinya, karena dengan demikian imanku kepada-Mu makin teruji.

 

TINDAKAN:
Siap berjalan maju bersama Tuhan walaupun posisi pada jalur yang sulit dan tidak mudah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«