suplemenGKI.com

“KUALITAS HIDUP PEWARIS KERAJAAN SURGA”

PENGANTAR

Percakapan Tuhan Yesus dengan ahli Taurat dalam bacaan kita hari ini mengingatkan kita akan perspektif yang tepat bagaimana hidup dalam anugerah hidup kekal yang sudah Allah anugerahkan.

PEMAHAMAN

  1. Perhatikan sekali lagi jawaban yang dibenarkan oleh Yesus terhadap pertanyaan ahli Taurat. Apakah itu berarti hidup kekal itu kita dapatkan karena usaha/perbuatan manusianya?
  2. Apakah penerima hidup kekal memiliki cara hidup yang khas dalam relasinya dengan Allah dan sesama manusia? Cara hidup yang bagaimanakah itu? (bdk. 1 Yoh 4:20-21)

Jawaban ahli Taurat yang dibenarkan oleh Yesus memberi kesan hidup kekal itu bisa didapatkan atau tidak bergantung pada tingkatan kasih yang orang miliki, baik kepada Tuhan, maupun sesama. Untuk memahami ayat-ayat ini dengan tepat, kita harus memperhatikan konteks peristiwa yang terjadi di perikop ini.  Yang bertanya adalah ahli Taurat, golongan yang beranggapan bahwa hidup kekal dapat diraih dengan perjuangan menaati hukum Taurat dan sebagai orang yang menyebut diri ahli dalam Taurat, mereka menganggap diri mereka sudah pasti pantas memiliki hidup kekal.

Bak senjata makan tuan, pertanyaan dan jawaban yang dimunculkan dan kemudian dijawab sendiri oleh ahli Taurat digunakan Yesus untuk mengoreksi dirinya sendiri. Yesus mengubah inti pembicaraan itu bukan tentang cara memperoleh hidup kekal, tetapi lebih pada sebuah ujian dan pembuktian kualitas hidup orang-orang yang menerima hidup kekal karena ia sedang berhadapan dengan orang yang keliru menganggap dirinya pantas menerima hidup kekal. Ini dilakukan agar mereka tidak salah menilai diri dan terjerumus dalam pengharapan yang keliru, serta kita yang hidup di zaman setelah penebusan tidak salah meremehkan karya penebusan yang Kristus lakukan.

Dengan membenarkan jawaban ahli Taurat tersebut, Yesus menegaskan bahwa seseorang orang yang mengklaim diri sudah memperoleh hidup kekal, hidupnya harus menunjukkan bahwa ia benar-benar mengasihi Allah karena telah menerima kasih karunia Allah. Dan mengasihi Allah yang tidak kelihatan bukanlah sesuatu yang hanya bisa diucapkan dan tidak bisa diukur, melainkan bisa terlihat dengan gamblang dari cara hidupnya bersama sesama manusia yang kelihatan, sebagaimana dipertegas dalam 1 Yoh.4:20-21.

REFLEKSI

Lihatlah pada orang-orang Kristen yang ada di sekitar Anda, apakah mereka memiliki kualitas hidup yang jelas berbeda dengan mereka yang bukan Kristen, terutama dalam hal hidup mengasihi? Sekarang lihatlah kepada diri Anda sendiri, bagaimana dengan Anda?

TEKADKU

Beri kami kekuatan untuk menyatakan Engkau yang hidup dalam kami melalui tutur kata, sikap dan perbuatan kasih yang membuat orang lain kagum akan Engkau dan pada akhirnya juga memiliki Engkau dalam hidup mereka. Amin

TINDAKANKU

Hari ini aku akan menyatakan bahwa aku memiliki Allah yang tidak terlihat dalamku melalui beberapa tindakanku yang terlihat yaitu : _____________, ______________, dan __________

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*