suplemenGKI.com

Mazmur 91:9-16.

 

Rasa Aman Dalam Naungan Tuhan (2)

Pengantar:

Tidak jarang seseorang oleh karena sangat ingin hidup dalam rasa aman atau karena merasa hidupnya selalu tidak aman, maka ia kemudian mencari rasa aman dengan mendatangi orang pintar dan meminta kekuatan dari orang pintar tersebut. Ada juga yang memasang “susuk” dalam tubuhnya. Ada juga pejabat, agar jabatannya tidak digugat oleh rivalnya maka dia memberi sejumlah rupiah kepada rivalnya. Dan masih banyak lagi yang dilakukan manusia demi mencari rasa aman. Apa kata pemazmur agar bisa memiliki sara aman sejati?

Pemahaman:

  1. Apa yang hendak ditekankan oleh pemazmur pada ayat 9?
  2. Bagaimana perlindungan Tuhan bagi orang yang berserah kepada-Nya? (v. 11-12)
  3. Apa yang harus kita lakukan agar memiliki sara aman dari Tuhan? (v. 14-16)

Pada ayat 9, pemazmur mengawalinya dengan kata “Sebab” Hal itu menunjukkan bahwa, sekalipun orang mencari rasa aman dengan berbagai cara, berharap kepada orang pintar, kepada jabatan, kepada uang dan kepada kekuatan sendiri, semua itu adalah sia-sia. Semua tidak sanggup memberikan rasa aman sejati. Hanya Tuhan yang maha tinggi yang sanggup memberikan rasa aman sejati. Tuhan yang dimaksud oleh pemazmur pada bagian ini adalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi serta segala isinya, Tuhan yang berkuasa, yang memiliki seluruh alam semesta ini. Karena Dia berkuasa dan pemilik semuanya, maka pasti Dia sanggup melindungi setiap orang yang berharap kepada-Nya.

Pada ayat 11, sebuah kepastian bahwa Tuhan tidak hanya berjanji tetapi janji itu dinyatakan dengan jeminan bahwa Malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya untuk melindungi kita. Malaikat-malaikat itu diperintahkan untuk melakukan tugas dengan jelas, yaitu menatang engkau di atas tangannya. Sebuah tindakkan yang tegas dan jelas. Itulah sebuah jaminan pasti tentang perlindungan Tuhan. Ada kekuatan, perlengkapan dan semangat yang Tuhan berikan kepada kita, sehingga mampu melewati setiap ancaman, masalah dan persoalan hidup (v. 13)

Berserah penuh pada bagian ini diperjelas, yaitu hati yang melekat kepada Tuhan, berseru kepada Tuhan. Tindakkan-tindakkan itu yang dibutuhkan agar kita bisa mengalami rasa aman sejati di dalam Tuhan. Hidup dekat, bersekutu dan mengandalkan Tuhan.

Refleksi:
Pernahkah saudara merasa hidup ini tidak aman, dan saudara sudah berdoa supaya Tuhan menyertai, tetapi tetap saja tidak aman bahkan kemudian justru mengalami persoalan sebagai puncak dari rasa tidak aman itu! Saudara perlu berefleksi, mungkin saudara belum melekat dan berseru dalam arti: hidup dekat Tuhan, bersekutu dan mengandalkan Dia sungguh-2!

Tekad:
Tuhan, aku ingin hidup dekat, bersekutu, mengandalkan Engkau sungguh-2 dalam hidupku.

Tindakkan:
Mulai sekarang aku ingin sungguh-2 hidup dekat, bersekutu dan mengandalkan Tuhan dalam setiap aspek hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*