suplemenGKI.com

PANCARKAN CAHAYA KRISTUS

II Korintus 4:1-6

Ketika cahaya KRISTUS menerangi kita, maka kita akan  memiliki kejernihan pikiran dan kejernihan hati. Jika hati dan pikiran jernih, maka sikap dan pembawaan diri yang tepat akan terjadi.

Ayat 1 -4         : Apakah yang membuat Rasul Paulus berani secara terbuka menyatakan kebenaran Firman TUHAN?

Ayat 5-6          : Siapakah yang ingin ditonjolkan Paulus dalam karya pelayanannya: dirinya sendiri beserta kehebatan kemampuannya ataukah KRISTUS? Mengapa?

Renungan:

Ketika cahaya KRISTUS menerangi hati kita, kita akan mengalami kejernihan hidup yang mendorong kita untuk memberitakan KRISTUS.  Cahaya KRISTUS memberikan inspirasi bagi kita untuk berkarya sekaligus mengarahkan langkah kita dalam setiap gerak karya pelayanan. Cahaya KRISTUS akan memberikan inspirasi tentang bagaimana hidup dalam kebenaran bukan dalam kepalsuan. Ada banyak pola pikir, falsafah dan  gaya hidup di zaman ini yang membuat orang tidak mampu berpikir jernih. Seringkali yang lebih diikuti adalah trend yang kelihatannya menarik, namun seringkali justru menyesatkan, misalnya gaya hidup hedonis, individualis, konsumtif. Orang yang tidak memiliki cahaya KRISTUS yang menerangi hati akan cenderung hidup dalam kegelapan dan pementingan diri sendiri. Dia akan mudah terjatuh pada penonjolan diri, hidup dalam kelicikan dan kepura-puraan. Dia akan mudah terjerat oleh keruwetan hidup.

Sebaliknya orang yang hidup dalam terang cahaya KRISTUS akan selalu menda patkan inspirasi untuk hidup benar, hidup dalam kerendahan hati, memiliki motivasi murni dalam melayani sehingga yang terjadi bukan penonjolan diri tapi penonjolan karya Ilahi yang dinantikan insan di bumi ini. Dia tidak takut memberitakan kebenaran. Cahaya terang di hatinya akan terpancar dalam kehidupannya sehingga  membuat orang yang dilayaninya  memuliakan TUHAN bukan memuliakan dirinya sendiri.

Hal ini penting untuk diperhatikan sebab banyak orang cenderung ingin mencari kemuliaan diri sendiri. Jika itu yang terjadi, berarti cahaya KRISTUS belum menerangi hati. Di tengah tantangan dan kesulitan hidup di jaman ini, setiap orang ingin berjuang untuk keberhasilan dirinya. Akibatnya orang cenderung berkonsentrasi untuk dirinya sendiri. Orang ingin membuktikan bahwa dirinya pandai, hebat dan berprestasi; orang haus pengakuan dan penghargaan.  Pola pikir dan gaya hidup seperti ini juga bisa melanda kehidupan para pelayan TUHAN. Tidak sedikit orang mengaku melayani TUHAN tapi yang dilakukan hanyalah mengaktualisasikan diri serta pamer bakat dan prestasi. Tidak jarang terjadi penonjolan diri dan kemampuan sehingga cahaya kemuliaan KRISTUS ditutupi oleh cahaya kebesaran dirinya.

Tugas kita adalah memancarkan cahaya KRISTUS bukan menenggelamkannya

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«