suplemenGKI.com

KEMBALI PADA ALLAH

Mazmur 80:8-20

 

PENGANTAR
Kegagalan merupakan hal yang wajar, karena semua orang juga mengalaminya.  Namun yang lebih penting menyadari kesalahan itu dan berusaha semaksimal mungkin supaya tidak terjadi kegagalan lagi.   Hal inilah yang menjadi gambaran sekilas motif pemazmur di dalam litani doa kepada Allah.

PEMAHAMAN

Ayat 9-14        : Bagaimana pemazmur menggambarkan keadaan Israel?

Ayat 15, 20     : Apa yang menjadi harapan Israel?

Pernahkah saudara mengalami kesulitan yang seolah tanpa jalan keluar?

Apa yang saudara lakukan dalam keadaan seperti itu?

Keadaan apapun, baik suka dan derita yang dialami berpeluang menjadi ‘penyebab’ seseorang atau suatu komunitas melupakan Allah.  Tanda petik menegaskan makna seringkali manusia mudah menuduh orang lain atau keadaan sebagai penyebab, tanpa lebih bertanya pada diri sendiri.  Namun yang lebih penting bukan sekadar mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya, tetapi lebih dari pada itu adalah upaya yang diperlukan untuk memperbaiki diri.  Percuma bila apa yang menjadi penyebab diketahui, tapi tidak ada kesegeraan memperbaiki diri.  Dua keadaan inilah yang sedang dialami Israel yang diekspresikan oleh pemazmur dalam rangkaian “doa untuk keselamatan Israel”.  Mazmur doa ini bukan hanya mengangkat harapan Israel kepada Allah, tetapi juga menceritakan atau berisi pengakuan kegagalannya sebagai bangsa.

Israel yang adalah “kebun anggur” Allah kondisinya sedang  “dipetik oleh setiap orang yang lewat”  dan “babi hutan menggerogotinya dan binatang-binatang di padang memakannya” (ay.13, 14), sehingga musuh “mengolok-olok” (ayat 7).  Israel sebagai bangsa yang besar  terserak dan terbuang jauh dari Kanaan, tanah perjanjian.  Keadaan sulit yang jelas tidak mudah diterima, sebab menyangkut identitas sebagai bangsa.  Tapi justru di sinilah salah satu letak kesombongan Israel sebagai bangsa yang mengaku sebagai “pilihan” Allah, namun sikapnya jauh dari kebenaran-Nya. Seolah Allah ingin ‘membalas’ sikap sombong Israel dengan keadaan yang memaksanya untuk mengakui kebesaran Allah, Sang Pemilik Israel.  Allah mengijinkan keadaan ini terjadi sebagai teguran kepada Israel supaya kembali pada Allah.  Sebab Allah adalah pemilik kebun anggur.  Itu sebabnya pemazmur mengulang doa yang sama, “Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat” (ay.4, 15, 20).

Demikian juga perjalanan kehidupan spiritualitas kita yang tidak selamanya berjalan seperti yang kita harapkan. Tidak ada seorangpun yang mengharapkan kejatuhan atau mengalami keadaan sulit dalam kurun waktu yang lama.  Namun apapun keadaan itu, sikap hati yang diminta adalah selalu kembali pada Allah, sebagai sumber kehidupan.  Sebab hanya Allah yang sanggup memulihkan dan mengembalikan kondisi kita.  Jadi jangan pernah meninggalkan-Nya.

REFLEKSI
Dalam keheningan mari merenung dan bertekad: apapun keadaan sulit yang terjadi, jangan pernah meninggalkan Allah.

TEKADKU
Tuhan tolonglah aku agar tidak meninggalkan Engkau meski apapun keadaannya.

TINDAKANKU
Aku mau menjaga hati supaya terus bisa menjaga hubungan dengan Allah dalam keadaan apapun.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«