suplemenGKI.com

Mazmur 103:6-13

TIDAK HARUS SAYA

PENGANTAR
Tentu saja, kita akan bersukacita ketika mengingat kebaikan-kebaikan Tuhan kepada diri kita. Namun, ada sumber sukacita lainnya yang seharusnya juga dimiliki oleh setiap orang beriman, yaitu ketika melihat kebaikan Tuhan kepada orang lain. Sayangnya, tidak selalu mudah bagi kita untuk bersukacita ketika melihat orang lain diberkati. Adakalanya, ketika melihat keberuntungan orang lain, kita justru merasa iri hati atau memandang diri sendiri kurang beruntung (baca: kurang diberkati). Hal ini terjadi karena pusat perhatian kita bukan kepada siapa yang memberi berkat (yaitu, Tuhan), melainkan kepada siapa yang menerima berkat (yaitu, saya atau orang lain). Sikap egois semacam ini justru akan membuat kita kehilangan sukacita kita.

PEMAHAMAN
Dalam ayat 1-5 yang telah kita pelajari kemarin, pemazmur menyebutkan berbagai bentuk kebaikan Tuhan kepada dirinya. Dalam bacaan hari ini, ayat 6-13, pemazmur mengajak kita melihat kebaikan Tuhan yang dinyatakan kepada orang banyak, khususnya kepada umat-Nya.

  • Ay. 6-7.           Apa wujud kebaikan Tuhan yang diungkapkan oleh pemazmur di bagian ini? Kepada siapakah kebaikan Tuhan itu diberikan?
  • Ay. 8-13.        Apa wujud kebaikan Tuhan yang diungkapkan oleh pemazmur di bagian ini? Kepada siapakah kebaikan Tuhan itu diberikan?

Di bagian ini, pemazmur menyebutkan kebaikan Tuhan dalam bentuk pengakuan iman yang mengungkapkan sifat-sifat Tuhan. Di ayat 6-7, pemazmur mengajak kita melihat Tuhan sebagai Hakim yang adil. Ia menjalankan keadilan dan hukum untuk membela orang-orang yang tertindas. Pemazmur juga mengajak kita mengingat kembali peristiwa pembebasan umat Israel dari penindasan di Mesir (Kel. 1-15).

Di ayat 8-13, pemazmur mengajak kita melihat Tuhan sebagai Bapa yang sayang kepada anak-anaknya (ay. 13). Dalam gambaran ini tercakup sifat-sifat Allah: penyayang, pengasih, panjang sabar, dan berlimpah kasih setia (ay. 8), tidak menuntut dan tidak mendendam (ay. 9), dan tidak melakukan pembalasan (ay. 10). Kebaikan Tuhan ini diberikan kepada orang-orang berdosa (ay. 10, 12), namun yang juga takut akan Dia (ay. 11, 13).

Ajakan pemazmur kepada kita sungguh unik: melihat kebaikan Tuhan kepada orang-orang yang tertindas dan kepada orang-orang berdosa. Selama ini, dua kelompok orang tersebut justru sering kita abaikan atau kita hindari. Kita berpikir bahwa tidak ada hal yang baik yang dapat kita lihat dalam kehidupan mereka. Namun, hari ini kita telah belajar bahwa pusat perhatian kita seharusnya tertuju kepada Tuhan yang menyatakan kebaikan-Nya kepada mereka.

REFLEKSI
Tuhan menyatakan kasih-Nya yang berlimpah kepada orang-orang yang justru sering kita hindari, yaitu orang-orang yang tertindas dan orang-orang berdosa.

TEKADKU
Tuhan, bukalah mataku untuk melihat kebaikan-Mu kepada orang-orang yang selama ini aku abaikan atau aku hindari. Bukalah juga hatiku agar mampu bersyukur melihat kasih-Mu kepada mereka.

TINDAKANKU
Aku akan berdoa, memohon Tuhan menunjukkan kepadaku seseorang yang selama ini aku abaikan atau aku hindari, dan aku akan mendoakan dia selama tiga hari ke depan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«