suplemenGKI.com

2 Timotius 1:8-11

SUDAHKAH ANDA MEMBERITAKAN INJIL?

PENGANTAR
Motivasi terbaik untuk memberitakan Injil adalah Injil itu sendiri.  Kita akan bersemangat untuk memberitakan Injil, bahkan rela berkorban untuk pemberitaan Injil, apabila kita menyadari keagungan Injil.  Itulah yang dilakukan Paulus untuk mendorong Timotius agar ia setia melaksanakan tugasnya memberitakan Injil.

PEMAHAMAN

  • Ay. 8.  Hal apakah yang dapat membuat seseorang “malu” memberitakan Injil? (lihat juga ay.12)  Bagaimana seharusnya seorang pemberita Injil menghadapi penderitaan?
  • Ay. 9.  Mengapa panggilan Injil disebut sebagai panggilan kudus?  Dalam hal apakah kasih karunia Allah diperlukan bagi seorang pemberita Injil?
  • Ay. 10.  Apa isi pokok dari Injil yang terkandung dalam ayat ini?  Apa artinya “mematahkan kuasa maut”?
  • Ay.11.  Siapakah yang telah menetapkan Paulus sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru untuk Injil?  Apa hubungan dan perbedaan dari tiga fungsi yang disebutkan itu?

Paulus dengan jujur mengatakan bahwa pemberitaan Injil telah membawanya pada penderitaan, menyandang status sebagai orang hukuman (karena dipenjarakan).  Apa yang dialami Paulus bisa saja menjadi alasan bagi orang lain untuk mempermalukan Injil.  Bahkan, mungkin juga membuat seorang pemberita Injil merasa malu dengan apa yang dilakukannya.  Namun, Paulus rela menanggung penderitaan itu demi Injil.  Paulus percaya bahwa ketika ia memberitakan Injil maka Allah akan memberikan kekuatan untuk menghadapi penderitaan tersebut.

Paulus memberitakan Injil dengan penuh semangat, di samping karena mempunyai pemahaman yang jelas mengenai panggilannya, juga karena Paulus sangat jelas memahami keagungan Injil.  Paulus menegaskan bahwa panggilan Injil adalah panggilan kudus karena kita terima berdasarkan maksud Allah (bukan rencana manusia) dan kasih karunia Allah (bukan perbuatan manusia).  Bahkan, keselamatan itu telah dikaruniakan kepada kita secara kekal, “sebelum permulaan zaman.”  Keagungan Injil terutama terletak pada berita yang terkandung di dalamnya, yaitu karya Yesus Kristus yang telah mematahkan kuasa maut (yaitu kematian sebagai akibat dosa) dan yang memberikan hidup yang kekal.

Setelah memaparkan keagungan Injil, Paulus menjelaskan apa yang dilakukannya untuk Injil.  Paulus menjadi pemberita (seperti seorang saudagar yang berteriak menawarkan barang dagangannya), untuk mengundang orang datang mendengarkan kabar keselamatan itu.  Paulus menjadi seorang rasul (secara harafiah berarti “yang dikirim keluar”), pergi ke berbagai tempat dengan membawa wewenang (kewibawaan) Tuhan yang mengutusnya.  Paulus menjadi seorang guru yang menanamkan pengajaran yang mantap bagi orang-orang yang telah menerima Injil.

REFLEKSI
Setiap orang yang memahami dan mengalami keagungan kuasa Injil Yesus Kristus, tidak akan sanggup menahan diri untuk memberitakannya.

TEKADKU
Tuhan, aku akan mengambil bagian dalam pemberitaan Injil. Sertailah aku dengan kasih dan kuasa-Mu.

TINDAKANKU
Dalam seminggu ini pilihlah dan lakukanlah salah satu cara untuk ambil bagian dalam pemberitaan Injil, baik melalui perkataan maupun perbuatan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«