suplemenGKI.com

Bacaan : 2 Timotius 2:1-2

 

MENERUSKAN IMAN

 

PENGANTAR
Pada saat Paulus menulis surat ini, Kaisar Nero sedang berusaha untuk menghentikan perkembangan kekristenan di Roma dengan melakukan penganiayaan yang bengis terhadap orang Kristen. Menyadari akan adanya penganiayaan yang berat dari luar gereja dan adanya guru-guru palsu didalam gereja maka Paulus menasehatkan Timotius agar dia memelihara Injil, memberitakan firman, berani menanggung kesukaran dan melaksanakan tugas-tugas pelayanan dengan penuh tanggung jawab. 

PEMAHAMAN

  1. Apa yang dimaksud dengan kalimat, “Jadilah kuat oleh kasih karunia”? (ayat 1)
  2. Kekristenan tidak boleh berhenti karena penderitaan. Jadi apa yang harus dilakukan? (ayat 2)

Pada jaman Paulus, “memelihara iman” bukanlah soal yang mudah, sebab orang beriman kepada Kristus diperhadapkan dengan penguasa yang kejam, penganiayaan orang-orang Kristen, sehingga mereka mengalami penderitaan. Banyak orang Kristen yang tidak sanggup untuk menderita dan harus meninggalkan imannya, melihat kenyataan itulah maka Paulus berkata kepada Timotius, “Hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.” Itu berarti bahwa Paulus meminta Timotius agar menyandarkan imannya kepada Yesus Kristus, dimana ia harus membiarkan dirinya dikuatkan secara batiniah oleh kasih karunia didalam Yesus Kristus, sehingga imannya tetap kuat manakala menghadapi penderitaan.

Paulus menyadari bahwa iman yang dimilikinya adalah anugerah Allah, dan apa yang telah dipercayakan kepadanya oleh Kristus berkenaan tentang ajaran-ajaran iman Kristen sekarang dipercayakan kepada Timotius. Disini Paulus telah mengajar banyak hal tentang iman Kristen kepada Timotius (dogma). Dan apa yang telah didengarnya dari Paulus (pengajaran iman) harus dipercayakannya kepada orang-orang yang dapat dipercaya (pelayan firman, penatua-penatua Kristen) dan yang benar-benar setia.

Inilah tahapan yang diajarkan Paulus, dimana iman Kristen (INJIL) harus diteruskan kepada generasi berikut : dari KRISTUS kepada Paulus, dari Paulus kepada Timotius, dari Timotius kepada orang-orang yang setia, dan dari orang-orang yang setia kepada orang-orang lain juga. Yang terlihat dari proses tersebut bukan satu orang, melainkan serentetan orang-orang yang setia. Hal ini bisa berlaku di gereja maupun di rumah, agar iman Kristen dapat dipelihara dan diteruskan kepada generasi berikutnya. Ayo kita lakukan!

REFLEKSI
Renungkan bahwa “memelihara iman” tidak mudah! Anda bisa melihat kembali perjalanan iman Anda! Apakah penuh liku dan tantangan? Peliharalah iaman Anda sebagai “harta yang indah”

TEKADKU
Ya Tuahn tolonglah saya, agar dapat menjalani hidup yang penuh tantangan ini dengan tetap beriman kepadaMu 

TINDAKANKU
Hari ini saya akan meneruskan/mengajarkan iman saya kepada keluarga saya dan kepada orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«