suplemenGKI.com

Kamis, 10 Mei 2012

09/05/2012

Mazmur 98

 

Renungkan Keajaiban daripada-Nya, Naikkan Pujian bagi Kemuliaan-Nya

 

Di dunia ini ada banyak hal yang ajaib. Kita mengenal “Tujuh Keajaiban Dunia” dalam berbagai macam versinya. Dan keajaiban itu selalu menimbulkan respon kagum. Hari ini kita juga akan merenungkan tentang keajaiban bersama Penulis mazmur 98.

- Perbuatan ajaib apakah yang telah dilakukan Allah, yang dinyatakan dalam Mazmur 98 ini?

- Kadang, meski Allah sudah melakukan perbuatan yang ajaib, tapi manusia tidak menyadarinya. Mengapa manusia sulit untuk melihat/menyadari perbuatan Allah yang ajaib di dalam hidupnya?

- Perbuatan ajaib apa saja yang telah dilakukan Allah di dalam hidup Saudara? Seberapa ajaibkah perbuatan Allah itu bagi Saudara? Gambaran seperti apakah yang dapat digunakan untuk melukiskan keajaiban karya Tuhan itu?

-  Bagaimanakah respon Saudara terhadap perbuatan ajaib Tuhan itu? Apakah Saudara menaikkan bagi Tuhan? Jika tidak, mengapa?

 

Renungan

Mazmur 98 ini dibuka dengan suatu ajakan untuk menyanyikan sebuah nyanyian baru bagi Tuhan. Ajakan yang sama juga diserukan dalam Mazmur 96. Akan tetapi dalam Mazmur 98 ini ada alasan yang dikemukakan dengan gamblang, “sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib”. Perbuatan-perbuatan ajaib itu telah dilakukan – bukan sekadar dijanjikan – Allah. Lagipula perbuatan ajaib itu bukan hanya satu, tetapi banyak. Allah telah melakukan banyak perbuatan ajaib, dan ini menjadi alasan mengapa kita perlu menyanyikan nyanyian baru. Setiap perbuatan ajaib harusnya menjadi modal bagi orang percaya untuk memuji Tuhan. Pada waktu kita menyadari bahwa perbuatan ajaib yang satu berbeda dengan perbuatan ajaib yang lainnya, maka berarti modal kita untuk menciptakan dan menaikkan nyanyian bagi Allah semakin banyak. Oleh sebab itu Pemazmur mengajak umat Allah untuk menaikkan nyanyian yang baru, bukan nyanyian dari perbendaharaan lagu-lagu yang sudah ada, akan tetapi nyanyian yang baru.

Nampaknya perbuatan ajaib di sini dihubungkan dengan karya penyelamatan Allah atas bangsa Israel. Karya penyelamatan ini bukan saja mengacu pada karya Allah dalam membebaskan bangsa Israel dari cengkeraman perbudakan Mesir, tapi juga ketika Allah membebaskan Israel dari penawanan di Babel, serta mengumpulkan kembali Israel yang sudah tercerai berai itu. Tindakan ini sungguh luar biasa, karena di mata manusia tindakan ini seakan tak mungkin dapat dilakukan. Pertama, karena melakukan pembebasan ini berarti melakukan perlawanan terhadap bangsa yang besar dan tak terkalahkan pada jaman itu. Mengumpulkan sesuatu yang terserak itu bukanlah suatu hal yang mudah. Mengumpulkan suatu bangsa yang sudah tercerai berai itu jauh lebih sulit daripada mengumpulkan serpihan-serpihan gelas yang pecah berkeping-keping. Namun tidak ada yang mustahil bagi Allah. Dengan tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus, Ia sanggup mengerjakan semuanya itu. Oleh karenanya, tidaklah mengherankan apabila Pemazmur mengumandangkan seruan agar kita menyanyikan nyanyian baru, sebab anugerah-Nya juga selalu baru. Renungkan keajaiban daripada-Nya, maka kita pasti akan menaikkan pujian bagi kemuliaan-Nya

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»