suplemenGKI.com

Kamis, 10 Juli 2014.

09/07/2014

Mazmur 119:111-112.

 

Posisi Firman Tuhan Dan Komitmen Pemazmur

Pengantar:
Apakah saudara memiliki warisan yang bernilai tinggi dari orangtua saudara? Misalnya warisan rumah, tanah, atau benda-benda pusaka yang bernilai historis. Bagaimana perasaan saudara ketika mendapatkan warisan itu? Saya yakin setiap orang yang mendapatkan warisan yang berharga pasti senang dan bangga. Sebagai ungkapan bangga itu ia akan menjaga, memelihara, menghargainya dengan baik. Hari ini kita belajar dari pemazmur tentang bagaimana ia memperlakukan firman Tuhan sebagai warisan yang sangat berharga baginya.

Pemahaman:

  1. Apa makna pernyataan pemazmur dalam ayat 111?
  2. Apa pula makna pernyataan pemazmur dengan memakai kata “kucondongkan hatiku” untuk melakukan ketetapan-ketetapan-Mu (v. 112)

Dalam renungan kemarin kita memahami bahwa pemazmur memaknai firman Tuhan adalah anugerah Tuhan yang dijadikannya pelita dan terang bagi jalan hidupnya. Firman Tuhan itulah yang menuntun, menerangi hidupnya sehingga tidak tersesat. Hari ini kita mendapatkan sebuah pernyataan bahwa pemazmur memposisikan firman Tuhan sebagai milik pusaka. Sesuatu yang disebut pusaka pasti memiliki nilai historis, berharga, keunggulan dan kegunaan yang tinggi. Berangkat dari pemahaman demikian maka ia harus diperlihara, dijaga dan dihargai sebaik mungkin. Agar jangan sampai hilang, rusak atau berkurang nilainya. Demikianlah pemazmur memposisikan firman Tuhan dalam hidupnya. Ia menjadikan firman Tuhan sebagai sesuatu yang di atas segala yang lain dalam hidupnya dan dengan sikap gembira, senang dan sukacita ia menjadikan firman Tuhan milik pusakanya.

Konkrisitas dari sikap pemazmur terhadap firman Tuhan itu ditunjukan dengan komitmennya mencondongkan hatinya untuk melakukan firman Tuhan. Mencondongkan adalah sebuah posisi mendekatkan diri, memperhatikan dan menjadikan firman Tuhan itu sandaran yang siap menopang, menyanggah dirinya. Arti lain, adalah seluruh kekuatan, perhatian dan konsenterasinya tertuju hanya kepada firman Tuhan, apapun yang terjadi di sekelilingnya. Mencondongkan hati kepada firman Tuhan berarti menjadikan firman Tuhan sandaran seutuhnya dalam hidup kita.  

Refleksi:
Di dunia ini ada begitu banyak hal yang dianggap pusaka yang bernilai hidtoris. Tetapi semuanya akan usang dan lekang oleh waktu, maka tidak mungkin bisa dijadikan objek untuk mencondongkan hidup kita. Hanya satu milik pusaka yang harus menjadi objek kita mencondongkan hati, yaitu firman Tuhan yang hidup Dialah Tuhan Yesus Kristus.

Tekad:
Tuhan, tolonglah agar saya selalu mencondongkan hati seutuhnya pada kekuatan dan keabadian firman-Mu.

Tindakan:
Saya harus mulai mencondongkan hati seutuhnya kepada firman Tuhan sebagai milik pusakaku, bukan pada harta, kedudukan, kepandaian dan lain-lain, karena semua itu bisa lekang dan usang.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«