suplemenGKI.com

DAMAI SEJAHTERA-NYA DI HATIKU

Mazmur 29:10-11

 

Pengantar
Dunia hari ini makin mengalami kemajuan. Seiring berjalannya waktu, dengan tuntutan kemajuan yang pesat maka tuntutan pekerjaan pun semakin bertambah. Tak heran bila ada orang-orang yang kurang memiliki waktu berkumpul bersama keluarga. Di sisi lain juga diperhadapkan dengan persoalan keluarga, masa depan anak, pekerjaan yang menguras tenaga, dsb. Maka tak heran bila emosi pun ikut terkuras. Oleh karena itu, berlibur adalah waktu yang sangat tepat untuk mendinginkan suasana hati yang sebelumnya merasakan tekanan yang membuat hati tak merasakan damai sejahtera. Berbicara tentang damai, setiap orang pasti membutuhkan damai sejahtera. Renungan hari ini mengingatkan kepada kita bahwa sumber damai sejahtera sejati hanya didapat dari Tuhan saja.

Pemahaman

  • Ayat 10          : Apa makna Tuhan bersemayam di atas air bah? Apa makna dari ungkapan tersebut?
  • Ayat 11          : Berkat apakah yang Tuhan berikan kepada umat-Nya?

Penderitaan seringkali dilambangkan dengan air bah. Ungkapan Tuhan bersemayam di atas air bah memiliki makna bahwa Tuhan selalu hadir untuk melepaskan umat-Nya dari kesulitan dan penderitaan. Ketika penderitaan, kesulitan, dan ketidakadilan itu datang menghampiri umat ciptaan-Nya, Ia yang akan mengendalikan dan menyelamatkan umat-Nya. Di sisi lain, Dia adalah Raja yang berdaulat atas hidup manusia.  Bahkan sebagai Raja, pemerintahan-Nya tak akan tergoyahkan dan penuh dengan keadilan. Tuhan yang adalah Raja alam semesta akan memberikan kekuatan kepada umat-Nya dan memberkati umat-Nya dengan sejahtera (ayat 11).

Kekuatan yang Tuhan berikan akan memampukan umat-Nya untuk tetap kuat dalam kelemahan mereka. Dia akan membentengi umat-Nya sehingga terlindung dari kuasa-kuasa si jahat. Bahkan dengan kekuatan yang Ia berikan, maka umat-Nya dimampukan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan baik demi hormat dan kemuliaan nama-Nya. Hal ini akan menjadi sempurna ketika berkat damai sejahtera dari Allah, turun menaungi umat-Nya. Damai sejahtera inilah merupakan suatu anugerah yang tak ternilai. Oleh sebab itu ketika kita merasakan damai sejahtera serta perlindungannya di berbagai aktivitas, sudah sepantasnyalah kita mengucap syukur kepada-Nya dan bersedia menjadi pembawa damai bagi orang-orang di sekitar.

Refleksi
Pandanglah ke luar sejenak, renungkanlah: adakah beban berat yang saat ini sedang saudara alami sehingga saudara tidak merasakan damai sejahtera di hati? Adakah beban itu telah menguras hati, pikiran, dan tenaga? Adakah beban itu juga telah membawa relasi dengan sesama menjadi pudar? Usaha apakah yang telah saudara lakukan untuk melepaskan beban-beban yang menindih hidup?   Bawalah seluruh beban, nyatakan dalam doa sebab Dia-lah Raja yang berdaulat penuh atas hidup kita. Ingatlah bahwa damai sejahtera dari Allah adalah anugerah tak ternilai yang memampukan kita untuk tetap bertahan.

Tekadku
Tuhan, ampuni bila seringkali aku kurang peka akan kehadiran-Mu di hidupku. Ajar aku untuk menyadarai bahwa anugerah damai sejahtera yang kau berikan, sungguh berharga dan menguatkanku.

Tindakanku
Sebagai orang yang telah mengalami dan merasakan damai sejahtera Allah, hari ini aku akan mendatangi dan mendoakan salah seorang teman gereja/rekan pelayanan  yang sedang mengalami pergumulan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«