suplemenGKI.com

PEMBAWA KABAR BAIK

Yesaya 61:1-4, 8-11 

 

Pengantar
Di masa pandemi ini setiap hari kita mendengar dan membaca berita terbaru Covid -19. Ada berita baik yang mengabarkan bertambahnya angka kesembuhan serta vaksin yang telah ditemukan akan segera didistribusikan tapi juga ada berita buruk yang mengabarkan ada lagi pasien atau pun tenaga kesehatan yang meninggal dunia serta bertambahnya pasien yang terinfeksi. Manakah yang lebih Saudara suka, kabar baik ataukah kabar buruk?  Manakah yang lebih banyak saudara sebarkan: kabar baik ataukah kabar buruk?  Hari ini kita akan merenungkan Firman TUHAN  yang membicarakan kabar baik yang dibawa  nabi Yesaya.

Pemahaman

  • Ayat 1-4           : Apakah tugas yang diberikan TUHAN kepada nabi Yesaya?
  • Ayat 8-9, 11    : bagaimanakah kondisi baru Israel di hadapan bangsa-bangsa lain?
  • Ayat 10-11      : seperti apakah  sukacita nabi Yesaya saat menyampaikan kabar baik itu? 

Nabi Yesaya dipanggil dan diutus TUHAN untuk membawa kabar baik  berisi berita keselamatan dan pemulihan umat yang masih berada di negeri pembuangan.  Saat itu umat TUHAN  berada dalam kondisi  putus asa karena merasa tidak memiliki masa depan yang baik. Nabi Yesaya  memberitakan Tahun Rahmat TUHAN yang sedang datang. Umat akan mengalami pemulihan, keselamatan dan kebenaran dari TUHAN. Penderitaan yang mereka alami akan diganti dengan sukacita. Kota-kota yang telah runtuh akan dibangun kembali, tempat yang sunyi akan dibaharui. Kabar baik yang dikumandangkan oleh nabi Yesaya bukan hanya membebaskan mereka dari belenggu pembuangan, tetapi juga memulihkan mereka sebagai suatu bangsa.

TUHAN sekali lagi akan mengikatkan diri kepada mereka dalam perjanjian abadi. Musuh yang pernah menindas mereka akan berbalik menjadi agen TUHAN untuk memberkati mereka. Semua yang pernah dirampas dari Israel akan dikembalikan musuh mereka dengan berlipat ganda. Semua bangsa akan mengakui Israel sebagai bangsa yang diberkati TUHAN. Bahkan Israel akan menemukan fungsi keumatan mereka yang telah mereka lupakan, yaitu menjadi imam TUHAN bagi bangsa-bangsa. Oleh karena mereka, bangsa-bangsa akan mengenal dan menyembah TUHAN.

Sukacita Israel saat menyambut kabar baik itu digambarkan dengan ditukarkannya pakaian kabung dan sunyi suasana duka menjadi pakaian pesta dengan perhiasannya dan semarak suasana pesta. Nyanyian dukacita ditukar dengan kidung pujian bagi keagungan Allah. Hamba TUHAN yang telah menyampaikan kabar baik ini pun ikut bergembira. Israel bagaikan pengantin wanita yang di-sambut pengantin pria. Mereka akan dipulihkan seperti kebun yang kembali dipenuhi oleh tanaman yang subur (ayat 11).

Di masa kini, kita juga dipanggil dan diutus TUHAN untuk menyampaikan kabar baik dalam kehidupan sehari-hari. Di masa pandemi Covid-19, banyak orang lelah dan jenuh dengan pelbagai kesulitan yang ada. Semua orang menantikan pemulihan dan pembebasan dari bahaya virus corona. Selain itu juga tak sedikit orang yang rindu pemulihan keadaan rumah tangga, pekerjaan dan pelbagai hal lain yang dirasa menghimpit kehidupan. Kabar baik apakah yang akan kita bawa?  Di masa Adven  ini, kita semua mengimani bahwa TUHAN YESUS KRISTUS telah datang dan akan datang kedua kalinya untuk membawa keselamatan dan pemulihan bagi manusia dan seluruh ciptaan-Nya. Oleh karena itu marilah kita bawa kabar baik ini kepada semua orang.

Refleksi:
Dalam keheningan, ingatlah berapa banyak kabar baik tentang kasih dan keselamatan dari TUHAN yang telah Saudara kabarkan kepada orang lain!

Tekadku
Ya TUHAN mampukanlah aku untuk menjadi pembawa kabar baik tentang kasih dan keselamatan dari TUHAN bagi siapa saja dan di mana saja.

Tindakanku

  • Hari ini aku akan berbagi kabar baik tentang kasih  dan keselamatan dari TUHAN kepada mereka yang sedang dihimpit beban kehidupan dan dibelenggu dosa.
  • Hari ini akan berbagi ayat Firman TUHAN yang memberi kekuatan dan pengharapan kepada orang lain.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«