suplemenGKI.com

Filipi 4:2-7

RAHASIA SUKACITA (bagian 1)

 

PENGANTAR
Surat Filipi dikenal dengan “The Book Of Joy”sebab keempat pasalnya bertema sukacita.  Pasal satu berbicara tentang ‘Sukacita dalam penderitaan’, pasal dua ‘Sukacita dalam melayani’, pasal 3 ‘Sukacita karena percaya’ dan pasal empat ‘Sukacita atas berkat Tuhan’.  Melalui perikop ini kita belajar rahasia sukacita yang disampaikan rasul Paulus.
PEMAHAMAN

Ayat 2-3: Dalam konteks seperti apa seruan sukacita itu disampaikan Paulus?

Ayat 4-7: Apa rahasia sukacita yang disampaikan rasul Paulus?

Bagimana sukacita yang ada dalam diri kita?

Bagian ini didahului dengan nasihat bagi Euodia dan Sinthike, tokoh gereja yang nampaknya bersitegang walaupun keduanya adalah rekan sekerja Paulus dalam memberitakan Injil Kristus (ay.2-3).  Jadi, seruan sukacita yang disampaikan Paulus dalam bagian ini memiliki konteks (konteks dekat) ketegangan antar pelayan gereja.  Dengan konteks seperti itu maka ada dua rahasia sukacita yang disampaikan Paulus: Pertama, Ada sukacita jika setiap orang menuntut diri ‘bertindak positif’ bagi semua orang bukan hanya sekadar ‘berpikir positif’.  Rasul Paulus mengatakan “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang” (ay.5).  Jadi, sukacita dalam bagian ini merupakan dampak dari kebaikan hati kita bagi sesama.  Jika kebaikan hati terbukti nyata bagi semua orang, termasuk bagi orang yang menyakiti hati kita, pasti ketegangan relasi itu berubah menjadi sukacita.  Sukacita yang pertama ini tercipta karena adanya kebaikan hati yang dinyatakan bagi semua orang.

Kedua, Ada sukacita jika setiap orang menuntut diri memiliki hubungan yang dekat dengan Sang Pencipta.  Dalamnya hubungan yang dekat itu sampai kepada keyakinan bahwa segala yang terjadi, sekalipun mencemaskan, ada dalam perlindungan-Nya dan juga bersyukur atas sekecil apapun berkat-berkat-Nya.  Sukacita dalam Tuhan mengatasi kecemasan sebab tidak bergantung kepada situasi atau peristiwa-peristiwa tertentu, melainkan sukacita yang keluar dari hati dan jiwa yang dipenuhi oleh damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal, dan yang memelihara hati dan pikiran dalam Kristus Yesus (ay.7; bdk.Yoh.14:27).  Damai sejahtera dan sukacita tidak dapat diperoleh dengan cara-cara kedagingan, tetapi dengan doa.  Hanya dari Allah dan dekat dengan-Nya saja, hati dan pikiran kita boleh mengalami damai dan sukacita. Anugerah Allah dalam Yesus sajalah mendatangkan sukacita terus-menerus dalam kehidupan kita.

REFLEKSI   
Damai dan sukacita tidak tergantung pada kondisi luar tetapi pada keakraban hubungan kita dengan Tuhan dan sesama.  Mari renungkan: Bagaimana hubungan kita dengan Tuhan dan sesama?

TEKADKU
Tuhan tolong aku untuk menyatakan kebaikan bagi sesama dan menjalin hubungan yang baik dengan Engkau agar sukacita itu mewarnai hari-hariku bersama sesamaku.

TINDAKANKU
Hari ini aku mau menyatakan kebaikan hatiku kepada ……. agar sukacita tercipta.  Dan aku mau terus berusaha menjalin hubungan yang dekat dengan Tuhan agar aku merasakan sukacita karena kehadiran-Nya dalam hatiku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«