suplemenGKI.com

Lukas 14:25-27

KESUNGGUHAN MENGIKUT YESUS

PENGANTAR
Menjadi orang terkenal tidaklah mudah, apalagi “pengikutnya”semakin lama semakin banyak. Orang tersebut akan berusaha menjaga bahkan memelihara hubungan yang baik dengan para pengikutnya. Kalau ia seorang penyanyi, maka ia akan berusaha menyapa dan dekat dengan penggemar/pengikutnya, antara lain dengan mengadakan pertunjukan keliling kota. Atau penyanyi tersebut meluncurkan album terbarunya. Kalau memanfaatkan teknologi, ia akan menggunakan facebook/twiter dll. Ini semua ia lakukan demi menjaga hubungan yang baik, antara ia dengan pengikutnya. Bagaimana dengan Yesus dan pengitut-Nya?

PEMAHAMAN

Ay. 25          Bagaimanakah situasi pada saat Yesus menyampaikan pesan-Nya?

Ay. 26          Apa yang Yesus harapkan dari pengikut-Nya?

Ay. 27          Apa yang Yesus syaratkan bagi para pengikut-Nya?

Pada saat itu banyak sekali orang yang ingin mendengarkan pengajaran dari Yesus, karena apa yang diajarkan oleh Yesus berbeda dengan apa yang selama ini mereka terima dari pemuka agamanya. Maka dimana Yesus berada para pengikutnya akan berbondong-bondong mengikuti kemana saja Yesus pergi. Pada kesempatan-kesempatan inilah Yesus mengajar sesuatu kepada para pengikut-Nya.

Yesus memberikan pengajaran tentang kesungguhan sebagai pengikut Kristus. Yesus mengatakan kalimat tersebut pada ayat 25, apa maksud-Nya? Yesus ingin menekankan bahwa sebagai pengikut Kristus, harus mengutamakan Kristus lebih dari bapa/ibunya, istrinya, anak-anaknya, saudaranya laki-laki/perempuan atau bahkan nyawanya sendiri, maka ia disebut sebagai murid Yesus. Bukan hanya ini saja namun Yesus menambahkan:’Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku’.

Yesus mengharapkan para pengikut-Nya sungguh-sungguh memahami bahwa mereka harus mengutamakan Kristus dalam kehidupan mereka lebih dari pada yang lain. Yesus juga mengingatkan kepada pengikut-Nya, untuk tidak melepaskan dari salibnya masing-masing.Ini berarti para pengikut-Nya dipersiapkan untuk menghadapi penderitaan sebagai konsekuensi mengikut Yesus.

REFLEKSI
Renungkan sejenak! Bagaimana sikap kita sebagai pengikut Kristus? Apakah kita benar-benar sudah mengutamakan Kristus dalam hidup kita? Bagaimana kita menanggapi salib kita masing-masing? Bersediakah kita menderita demi Kristus?

TEKADKU
Ya Tuhan, sering kali kami berteriak sebagai pengikut-Mu yang sejati, namun pada kenyataannya kami belum dapat mengutamakan Engkau dalam hidup ini. Bahkan kami selalu berharap sesuatu yang baik dan marah kepada-Mu saat kami menghadapi penderitaan atau kesulitan hidup. Ampuni kami Tuhan, yang belum mengutamakan Engkau dan memikul salib kami masing-masing.

TINDAKANKU
Hari ini ketika mau melakukan aktifitas menyadari bahwa saya harus mengutamakan Tuhan, dengan berdoa dan membaca serta merenungkan Firman Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«