suplemenGKI.com

Mazmur 119:33-40

Mewujudkan Firman Dalam Hidup 

Mazmur 119 menjadi semacam tugu peringatan bagi umat Israel agar mengusahakan hidup dalam ketaatan kepada Tuhan, sesudah masa pembuangan ke Babel.  Di dalamnya tersirat pengakuan umat Allah melalui pemazmur betapa berharganya Taurat Tuhan yang menuntun perjalanan kehidupan mereka sebagai umat pilihan Tuhan di tengah-tangah kefasikan bangsa lain.  Pemazmur meminta kekuatan Tuhan untuk mewujudkan Taurat-Nya itu dalam hidupnya. 

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

  1. Pemazmur menyadari bahwa dia membutuhkan pertolongan Tuhan untuk mewujudkan firman-Nya dalam hidup.  Bagaimana pemazmur meminta pertolongan Tuhan?  (ayat 33-40)
  2. Permohonan pemazmur kepada Tuhan untuk mewujudkan firman-Nya dalam hidup merupakan keseriusannya dalam menjalani hidup.  Bagaimana dengan kita?  Apakah kita sedang menjalani kehidupan dengan mewujudkan firman-Nya sebagai bukti keseriusan kita mnejalani hidup? 

RENUNGAN

Dalam Mazmur 119 ini menunjukkan bagaimana pemazmur mempunyai keinginan dan terus berusaha mewujudkan Taurat Tuhan itu dalam hidupnya.  Dia meminta kepada Tuhan agar Dia yang memperlihatkan petunjuk ketetapan-ketetapan-Nya dan memberi pengertian serta meneguhkannya agar menyakini janji-Nya (ayat 33-34, 38).  Jelas keyakinan pemazmur pada Taurat tidak hanya tiba pada kerinduan untuk mengerti dan memelihara, tetapi juga kerinduan untuk memeliharanya dengan segenap hati (ayat 33,34).  Hati yang dimaksudkan dalam bagian ini merupakan pusat hidup yang mengendalikan seluruh gerak dan tingkah laku manusia.  Hati bisa juga berarti akal budi.  Pemazmur menyadari bahwa yang mengendalikan seluruh tingkah laku dan gerak hidup manusia adalah hati atau akal budi.  Apabila hati manusia dikuasai oleh dosa, maka seluruh tingkah laku, gerak, dan perbuatannya adalah kejahatan.  Sebaliknya, apabila hati manusia dipenuhi oleh Allah dan kebenaran-Nya, maka seluruh tingkah laku, gerak, dan perbuatannya adalah kebaikan.  Oleh sebab itu, pemazmur meminta agar Tuhan membuat hatinya condong kepada Taurat-Nya, melakukan perintah-perintah-Nya, dan tidak kepada laba atau keuntungan (ayat 36). 

Melalui ayat  36 pemazmur menyadari adanya kecenderungan dalam diri manusia untuk mengejar laba, harta dunia, atau keuntungan diri sendiri dengan berbagai cara.  Manusia bisa menindas, berlaku tidak adil, memutarbalikkan fakta untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri.  Sehingga untuk itu pemazmur meminta Tuhan agar hatinya hanya condong kepada peringatan-peringatan-Nya.  Bukankah kita melihat bagaimana pemazmur serius dalam menjalani hidupnya di hadapan Tuhan, dengan mewujudkan firman-Nya?  Pemazmur menyatakan ingin memegang ketetapan-ketetapan Tuhan itu untuk selama-lamanya, dengan seksama, dan dengan segenap hati.  Dia berjanji hendak memegang dan memelihara Taurat.  Artinya, memberlakukan Taurat itu dengan serius karena ia sangat menyukainya.  Oleh sebab itu, ia juga mengharapkan agar Tuhan mau memberikan pengertian atau pemahaman akan Taurat tersebut agar dia dapat melakukannya dalam hidup. 

Pemazmur telah menunjukkan kepada kita bagaimana bersikap terhadap firman Tuhan.  Firman Tuhan itu harus dipegang sampai akhir, dipelihara dengan segenap hati, dicintai, direnungkan, dan terlebih mewujudkannya dalam hidup.  Mari kita meneladani pemazmur untuk melakukan atau mewujudkan firman dalam hidup.    

Keseriusan kita mewujudkan firman Tuhan dalam hidup merupakan wujud keseriusan kita menjalani kehidupan mengikut Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«