suplemenGKI.com

MENDENGAR

Yesaya 55:1-5

 

Pengantar
Mendengar adalah salah satu kemampuan yang harus dimiliki setiap orang. Mendengar bukan hanya sekadar mengenal bunyi atau suara yang masuk melalui telinga, tetapi juga mampu memproses pesan yang ada di dalamnya. Di dalam berkomunikasi, kemampuan mendengar juga dibutuhkan. Di dalam hidup beriman, kemampuan untuk mendengar perkataan Tuhan juga harus selalu diasah dan dilatih.

Pemahaman

  • Ayat 1-3               : Apa maksud dari seruan yang disampaikan kepada orang Israel?
  • Ayat 4-5               : Apa kaitan antara Daud dengan seruan Tuhan kepada orang-orang Israel?

Bangsa Israel sedang berada pada masa pembuangan di Babel. Ada banyak penderitaan yang mereka alami selama berada pada masa pembuangan tersebut. Akan tetapi, harapan untuk keluar dari masa pembuangan ini tetap hidup. Perlahan-lahan kondisi mereka semakin membaik serta menemukan titik cerah untuk segera kembali ke tanah asalnya. Pada saat itu, Raja Koresy dari Persia berhasil mengalahkan Babel dan mengizinkan Israel untuk kembali ke daerah asal mereka.

Seruan yang disampaikan dalam bacaan ini menunjukkan bahwa ada rasa haus dan lapar yang akan segera terbayarkan dengan penuh sukacita. Rasa haus itu digambarkan dengan pemberian air minum untuk siapa saja. Rasa lapar digambarkan dengan pemberian makanan, anggur, dan susu yang dapat dinikmati tanpa membayar. Dalam konteks kehidupan orang-orang Israel di masa pembuangan, makan dan minum dengan cara seperti ini adalah sebuah berkat yang diterima dengan melimpah sebab hidup mereka selama masa pembuangan penuh dengan kesulitan.

Tuhan bukan hanya sedang memberikan janji makanan dan minuman yang berlimpah kepada umat-Nya, namun Ia juga memperhatikan kebutuhan rohani. Kebutuhan rohani orang-orang Israel juga akan dipenuhi dengan cara bersedia untuk mendengarkan. Dalam Yesaya pasal 55, bahasa Ibrani yang dipakai untuk kata “mendengar” adalah syama. Syama bukan sekadar mendengar, tetapi mampu merasakan dan mengerti secara mendalam pesan yang disampaikan dengan penuh perhatian. Sikap dan kesediaan untuk menyendengkan dan mendengar seruan Tuhan adalah cara untuk dapat merasakan kehadiran dan penyertaan-Nya, yang akan membuat hidup semakin berkelimpahan. Orang-orang Israel diajak untuk mendengar dengan penuh perhatian. Mereka diajak untuk percaya akan janji dan rencana Tuhan, yang akan selalu menuntun mereka kembali ke tanah asal dan akan selalu mengasihi mereka.

Percaya akan janji dan rencana Tuhan merupakan bukti dari sikap iman orang percaya yang mau mendengarkan apa yang diserukan oleh Tuhan. Seruan itu dipertegas dengan mengingat cara Tuhan menjaga dan melindungi Daud di dalam perjalanan kehidupannya. Tuhan berjanji untuk selalu menyatakan kasih kepada Daud dan membuktikannya di dalam pengalaman kehidupan Daud, sehingga ia menjadi raja atas bangsa-bangsa. Seruan ini sekaligus menjadi pernyataan bagi bangsa Israel untuk selalu percaya kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh sebab bangsa Israel adalah umat yang dipilih-Nya. Seruan itu perlu didengarkan dengan sungguh-sungguh oleh bangsa Israel.

Refleksi
Apa yang sering menjadi kendala di dalam keseharian kita, sehingga kita tidak selalu dapat mendengar dan memperhatikan-Nya dengan sungguh-sungguh? Dalam hidup beriman, kita diminta untuk memiliki kesediaan mendengar. Mendengar berarti menangkap pesan dengan teliti dan selalu memberi perhatian penuh akan pesan yang disampaikan. Kita perlu memiliki ketajaman pendengaran akan suara Tuhan, yang dapat hadir lewat berbagai peristiwa atau pengalaman hidup kita, agar kita semakin mampu merasakan kehadiran serta tuntunan-Nya. Kita diajak untuk selalu melatih kebiasaan rohani kita di tengah berbagai aktivitas atau kesibukan saat ini. Iman kita dapat semakin bertumbuh dan dewasa apabila kita selalu mampu merasakan kehadiran dan tuntunan-Nya. 

Tekadku
Tuhan, aku rindu untuk memiliki kebiasaan rohani yang kuat agar aku semakin mengenal kehadiran-Mu dan merasakan tuntunan-Mu di dalam kehidupanku.

Tindakanku
Saya semakin giat untuk memiliki waktu dalam berdoa dan membaca Alkitab sebagai cara untuk mengasah kebiasaan rohani dan merasakan kehadiran-Mu di dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«