suplemenGKI.com

TANPA PENGANTARA

Ibrani 9:11-12

 

Pengantar
Bagi orang-orang Yahudi dahulu, bait Allah merupakan bagian tak terpisahkan dari keagamaan mereka. Secara umum dapat dikatakan bahwa bait Allah adalah salah satu pusat keagamaan Yahudi. Jika bait Allah adalah penting, maka para imam yang melayani di dalamnya juga penting, terutama imam besar. Melepaskan diri dari tradisi seringkali tidak mudah. Ditambah dengan penganiayaan yang mereka harus tanggung sebagai orang Kristen (10:32-39), godaan itu menjadi semakin menguat. Beberapa bahkan sudah mulai meninggalkan persekutuan Kristen (10:25). Bahaya kemurtadan sudah ada di pelupuk mata. Untuk meresponi situasi ini, penulis Surat Ibrani mencoba menjelaskan keutamaan keimaman Yesus Kristus. Ia melebihi imam besar yang paling agung dalam sejarah keagamaan Yahudi, yaitu imam besar Harun. Berkali-kali ia menyinggung tentang topik ini (pasal 2-10).

Pemahaman

  • Ayat 11          : Apakah yang dilakukan oleh Yesus sebagai Imam Besar bagi umat-Nya?
  • Ayat 12          : Apakah perbedaan antara imam besar pada masa perjanjian lama dengan Yesus?
  • Seberapa sering kita berjumpa dengan Tuhan dalam hadirat-Nya? Apakah kita menggunakan kesempatan untuk bebas berjumpa dengan Tuhan dengan baik?

Pada masa Perjanjian Lama, untuk bertemu dengan Allah dibutuhkan pengantara, yaitu Imam Besar. Hanya dia yang diperbolehkan memasuki ruang maha kudus, tempat di mana Allah hadir. Sebelum bertemu Allah, Imam Besar harus mempersembahkan kurban pendamaian bagi dirinya sendiri dan seluruh umat Israel agar dirinya tahir di hadapan Allah (9:7). Kenyataan ini membuat kita menyadari bahwa kesucian hidup menjadi faktor utama bagi seseorang untuk berjumpa dengan Allah. Yesus sebagai Imam Besar Agung yang sempurna telah menjadi pembuka jalan bagi manusia dapat berjumpa dengan Allahnya tanpa diliputi dengan rasa takut dan kapan saja tanpa pengantara lagi. Ia telah mempersembahkan dirinya sebagai korban pendamaian dan penebusan. Dengan penebusan itu, manusia dapat masuk dalam hadirat Allah dengan rasa aman dan sukacita.

Yesus Kristus memulai waktu pembaharuan bagi dunia dengan masuk sebagai Imam Besar. Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia. Setahun sekali imam besar akan masuk ke ruang mahakudus untuk mempersembahkan korban penghapusan dosa. Namun Yesus telah menjadi Imam Besar yang sempurna sebagai perantara kepada Tuhan. Ia bukan hanya membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri dan tidak pula setiap tahun dilakukan, sebab Yesus Kristus telah melakukannya sekali untuk selama-lamanya. 

Refleksi
Renungkanlah: Bagaimana relasi kita dengan Tuhan? Apakah kita sudah menggunakan kesempatan untuk berjumpa dengan Tuhan setiap waktu dengan baik? 

Tekadku
Tuhan tolong saya untuk bisa memberikan waktu untuk berelasi dan berjumpa dengan-Mu setiap hari, baik dalam doa pribadi maupun dalam ibadah di gereja.

Tindakanku
Mulai hari ini saya akan menjaga relasi saya dengan Tuhan dengan cara, setiap… (Pagi atau malam) saya akan bersaat teduh (berdoa, membaca firman) dan berjumpa dengan Tuhan setiap hari.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«