suplemenGKI.com

Kamis, 1 Maret 2012.

29/02/2012
Suffering

Suffering

Bacaan : Mazmur 22 : 1-22.

“Menyelami Sebuah penderitaan”

Mazmur 22 adalah jeritan permohonan seseorang yang di dalam penderitaan yang lama dan hebat dan merasa ditinggakan oleh Allahnya, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku ? apakah arti seruan ini berhubungan dengan penderitaan Yesus ? terlepas dari segi historisitas seruan ini, bila kita cermati lebih dalam maka terdapat kesejajaran dengan seruan Injil tentang penderitaan Tuhan Yesus.

Pertanyaan penuntun.

  1. Bagaimana pemazmur memaknai penderitaan yang dialaminya ? bagaimana ia mencari  jalan keluar dari penderitaannya ? [ ayat 1-4]
  2. Mengapa pemazmur menyebut-nyebut  iman nenek moyangnya ? [ayat 5-6]
  3. Bagaimana keluh kesah pemazmur kepada Tuhan atas perlakuan orang-orang yang menghinanya  juga berkeluh kesah atas penderitaannya ? [ayat 7-22]
  4. Bagaimana kita memaknai sebuah penderitaan ?

RENUNGAN.

Dalam kehidupan ini selalu diwarnai oleh dua hal yaitu ada suka dan ada duka, ada sehat dan sakit, ada kaya dan miskin, ada sukses ada gagal, ada tawa dan ada tangis, ada rasa nyaman dan ada kuatir , ada untung dan ada rugi dan lain sebagainya. Bila kita mengalami suka, sehat, kaya, sukses, nyaman, hal itu tidak pernah jadi masalah akan tetapi bila yang terjadi adalah sebaliknya, kita diterpa duka, sakit, miskin, gagal, rugi, tangis dan sebagainya maka kita menjadi orang yang paling menderita dan tidak bergairah menjalani hidup ini.

Pemazmur mengalami penderitaan yang amat berat, walaupun tidak diceritakan apa penderitaannya namun dari seruannya kepada Tuhan,”Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku”? sebuah seruan yang lahir dari sebuah pergumulan hidup yang berat yang menimpa hidupnya. Ia telah berseru berkali-kali kepada Tuhan namun Tuhan belum menjawab seruan pemazmur, ia masih saja mengalami penderitaan. Bahkan orang-orang yang melihat penderitaannya mulai menghina, mengolok-olok, mencibirkan bibir kepada pemazmur. Penderitaan fisik dan batin telah dirasakan pemazmur. Dalam keadaan seperti itu pemazmur tidak putus asa, ia terus berseru kepada Tuhan dengan terus berharap dan percaya bahwa Tuhan akan menolong. Mereka mendapat pertolongan Tuhan. Pemazmur berharap bahwa Tuhan akan menolongnya seperti Tuhan telah menolong nenek moyangnya. Dari pengalaman itu pemazmur semakin berserah kepada Tuhan, memohon kepada Tuhan agar Tuhan segera menolong dan menyelamatkan. Ia tidak akan berhenti berseru kepada Tuhan sampai Tuhan menolongnya.

Sebuah perjuangan hidup yang luar biasa yang dialami oleh pemazmur dalam menghadapi penderitaan yang berat. Hal ini mengajarkan kepada kita ketika kita menghadapi penderitaan supaya kita tidak mudah putus asa, tetapi terus berseru kepada Tuhan dengan terus berharap bahwa Tuhan akan menolong. Bagaimana dengan saudara ? jika saudara menghadapi penderitaan, apa yang akan saudara lakukan ? Tuhan beserta saudara. Amin.

 

Penderitaan yang kita alami mengajari kita agar kita menjadi pribadi yang matang dan beriman”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«