suplemenGKI.com

Kamis, 1 Juli 2021

30/06/2021

TUHAN SELALU ADA

Yehezkiel 2:1-7

 

Pengantar
Kemajuan teknologi sekarang ini membuat hidup semakin hari semakin lebih mudah dan praktis. Kemudahan dan praktisnya hidup juga berpengaruh pada cara kita berkarya setiap hari. Zaman sudah maju dan berkembang, sehingga tidak ada di antara kita yang mau hidup dalam kesusahan. Namun pada kenyataan dalam pekerjaan, pendidikan, atau pelayanan, membutuhkan usaha yang besar agar kita lepas dari berbagai kesulitan dan masalah. Firman Tuhan pada hari ini mengantarkan kepada kita untuk menyaksikan bahwa Tuhan selalu ada di dalam setiap kesulitan yang sedang kita hadapi.

Pemahaman

  • • Ayat 1-2               : Apa pesan Tuhan kepada Yehezkiel?
  • • Ayat 3-7               : Kondisi seperti apa yang akan dihadapi oleh Yehezkiel?

Yehezkiel dipanggil Tuhan dan berkarya sebagai nabi pada masa pembuangan bangsa Israel di Babel. Yehezkiel diutus oleh Tuhan untuk menyampaikan Firman-Nya kepada bangsanya sendiri yang suka memberontak kepada Tuhan. Tugas ini bukanlah tugas yang mudah untuk dijalankan oleh seorang nabi. Tujuan dari tugas dan panggilan Yehezkiel ini adalah agar umat Israel, yang pada saat itu sedang ada di dalam pembuangan, mengetahui bahwa di tengah-tengah mereka ada seorang nabi yang sudah diutus oleh Tuhan, seperti yang tertulis di ayat 5, “mereka akan mengetahui bahwa seorang nabi ada di tengah-tengah mereka”. Selain meyakinkan umat Israel bahwa ada nabi di tengah mereka, pertama-tama Yehezkiel harus memperkenalkan kehadirannya sebagai seorang nabi yang diutus oleh Tuhan. Kehadiran seorang nabi memiliki tujuan, yaitu bahwa mereka yang berada di tanah pembuangan itu tetap mengimani bahwa Tuhan memerhatikan mereka. Tuhan juga hadir dan berkarya di tanah pembuangan. Pembuangan di Babel tidak menjauhkan mereka dari Tuhan sebab Tuhan selalu mengasihi mereka, walaupun mereka sudah memberontak dan tidak mendengarkan perkataan-Nya.

Dalam menjalankan tugas dan panggilannya, Yehezkiel selalu bersama dengan Tuhan. Tuhan juga memperlengkapi Yehezkiel dengan beberapa nasehat yang menjadi bagian dalam pelayanannya. Pertama, Yehezkiel harus melaksanakan tugas panggilan dan pengutusan ini dengan kerendahan hati (ayat 3). Yehezkiel dipanggil dengan sebutan “anak manusia”, yang menunjukkan betapa lemah dirinya sebagai manusia. Kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh Yehezkiel dalam memberitakan Firman berasal dari Tuhan. Yehezkiel juga melaksanakan panggilan dari Tuhan dengan penuh kesetiaan walau akan menghadapi berbagai tantangan yang menyulitkan, sebab umat Israel perlu mengetahui bahwa di tengah negeri buangan pun Tuhan juga hadir untuk kehidupan mereka. Kondisi yang sangat mungkin dihadapi oleh Yehezkiel dalam menjalankan tugas dan panggilannya sebagai nabi adalah umat tidak selalu bersedia mendengarkan seruannya untuk bertobat. Namun, hal itu tidak menjadi masalah asalkan Yehezkiel tetap setia kepada-Nya dalam berbagai rintangan. Tuhan akan tetap memerhatikan umat-Nya, sekaligus menolong Yehezkiel dalam menjalankan dan mewartakan pembaruan hidup bagi Israel. Firman-Nya kepada Yehezkiel juga menyampaikan agar ia tidak ikut memberontak seperti bangsanya (ayat 8). Yehezkiel harus menjaga integritas dirinya dengan selalu mengikuti apa yang Tuhan katakan kepadanya. Tuhan tidak akan membiarkan Yehezkiel berjuang sendiri. Tuhan bersamanya untuk memberikan dorongan semangat, serta kemampuan menghadapi dan mengatasi semua kesulitan yang akan menjadi tantangan dalam pelayanannya. 

Refleksi
Dalam penuh keteduhan, marilah kita merenungkannya: (1) Tuhan memanggil kita untuk berkarya secara nyata setiap hari. Ia memanggil kita untuk menjadi saksi-Nya di tengah kehidupan kita. Tuhan selalu ada ketika kita berhadapan dengan kesulitan. Ia mengenal kita dan mengerti kemampuan kita. Dia memberi kita hikmat dan kepandaian, sehingga kita dimampukan untuk menghadapi setiap situasi kehidupan dengan baik bersama-Nya. (2) Jika pada hari ini kita sedang menghadapi situasi yang sulit, marilah kita terus mengingat dan mengimani bahwa Tuhan selalu ada di dalam setiap langkah kehidupan kita. 

Tekadku
Tuhan, kami sadar bahwa Engkau selalu ada di dalam setiap kesulitan yang sedang kami hadapi. Bantulah kami agar kami dapat menghadapi setiap kesulitan hidup dengan mantap dan percaya akan setiap pertolongan-Mu.

Tindakanku
Saya berani untuk menghadapi masalah yang saat ini sedang saya hadapi dengan hikmat dan tuntunan Tuhan, melalui doa, perenungan, dan penyerahan diri untuk berkarya dalam panggilan-Nya, karena saya percaya bahwa Tuhan selalu bersama dengan saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»