suplemenGKI.com

MATIUS 2:1-12

“DIA ALLAH YANG TAK PERNAH GAGAL”

PENGANTAR

Dikejutkan oleh bintang besar, orang-orang Majus menuju ke Yudea untuk menghormati bayi Yesus. Mereka menemui Herodes untuk memperoleh kejelasan mengenai berita ini.

PEMAHAMAN

  1. Ayat 3-8: Bagaimana reaksi dan tindakan raja Herodes saat mendengar berita kelahiran Yesus?
  2. Mengapa ia bereaksi demikian dan melakukan hal-hal tersebut?
  3. Dari renungan ini, kita seakan-akan melihat ada ‘pertandingan’ antara Allah (dipihak orang Majus) dengan manusia seperti Herodes. Hal-hal apa saja yang dipertandingkan diantaranya dan pihak manakah yang menang?

Kelahiran Yesus merupakan ancaman bagi kekuasaan Herodes, karena itu ia berusaha untuk membunuh bayi Yesus. Herodes mencari tahu dari para imam Yahudi arti nubuat Nabi Mikha (Mi. 5:1) dan Nabi Yesaya (Yes. 9:5; 11:1) tentang Yesus. Herodes menipu para Majus bahwa ia membutuhkan informasi lebih banyak karena juga ingin menyembah bayi itu. Ia juga memanfaatkan pengetahuan perbintangan orang Majus untuk menemukan kebenaran nubuat para nabi itu. Dari alur kisah ini kita melihat seakan-akan ada pertandingan antara Allah dan Herodes, yaitu: kekuasaan, ambisi dan juga strategi. Allah menghadapi Herodes yang merasa terancam kekuasaannya karena kelahiran Yesus,  Allah menghadapi Herodes dengan ambisinya untuk membunuh Yesus, dengan strateginya untuk menipu orang Majus demi rencananya yang digerakkan oleh ambisi untuk mempertahankan kekuasaannya. Ambisi, kekuasaan dan strategi Herodes menghalanginya untuk berjumpa dengan Yesus.

Akhir dari pertandingan itu kita melihat bahwa Allah kita tidak tertandingi oleh kuasa, ambisi dan strategi manusia. Allah ada di atas semua itu dan rencana Allah tergenapi. Berita ini juga menjadi penghiburan bagi kita yang mungkin di tahun lalu mengalami kehancuran dalam ambisi, perencanaan dan kekuatan kita, bahwa kuasa Tuhan jauh diatas kehancuran itu. Ia tetap memegang kendali penuh atas hidup kita, karena itu percayalah kembali padaNya dan serahkan hidup Anda.

REFLEKSI

Pada zaman sekarang, keberadaan Yesus dalam diri kita kadang tidak bisa total menguasai diri kita karena ada bagian-bagian tertentu dari hidup kita yang tidak rela dikuasai oleh Kristus. Adakah ambisi-ambisi tertentu dalam diri kita yang membuat kita mengabaikan ketundukan kita pada perintahNya? Apakah kita memberontak, kecewa, bila Allah menyatakan sesuatu yang berbeda dengan ambisi kita? Apakah kita suka mengandalkan hikmat dan perencanaan sendiri daripada hikmat Tuhan?

TEKADKU

Tuhan, tolonglah diriku untuk terus menundukkan kuasa, ambisi dan strategi atau perencanaanku pada kendali kuasa dan kehendakMu atas hidupku. Bahkan dalam kegagalanku, aku mau bangkit karena kutahu bahwa Allah sanggup menggunakannya untuk tujuan-tujuan lain agar hidupku makin menyatakan Engkau.  Amin

TINDAKANKU

Tuliskan di sebuah kertas/pembatas buku kekuatiran dan perencanaan/target-target Anda di awal tahun 2015 ini dan serahkanlah kepada Tuhan dalam doa. Simpanlah tulisan Anda sebagai selipan Alkitab Anda untuk Anda ingat, doakan dan evaluasi sepanjang tahun ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«