suplemenGKI.com

Mazmur 49:6-12

 

Pengandalan yang sia-sia.

 

Pengantar:
Tidak sedikit orang yang menjadi takut, kuatir dan cemas bila diusia yang sudah cukup tua, kekuatan untuk bekerja sudah mulai melemah, kepercayaan orang lain pada dirinya mulai berkurang. Apalagi jika ketika itu ia belum bisa mengumpulkan banyak harta-benda untuk diwariskan kepada keluarga, anak-anak dan generasinya. Ia akan berpikir keras dan terus bertanya bagaimana dengan masa depan anak-anak dan keluarganya nanti. Seakan-akan hari celaka akan menimpa dirinya dan keturunannya. Pikiran inilah yang diungkapkan pemazmur dalam pengajaran hari ini. 

Pemahaman:

  1. Pokok permasalahan apakah yang hendak dibongkar Pemazmur dalam bagian ini (6-9)?
  2. Apakah yang dapat membuat manusia bertahan dalam menjalani hidup agar tetap bermakna dan bahagia (v. 10-13)? 

Pemazmur mengungkapkan cara yang sedikit berbeda tentang kehidupan jaman dahulu dengan sekarang terkait dengan orang kaya dan miskin. Kalau dahulu jika seseorang tidak memiliki banyak harta mereka akan menjadi takut karena tidak mendapat pengakuan atau bahkan akan dimusuhi oleh orang-orang yang berlimpah harta benda. Sekarang orang yang tidak punya, takut kalau-kalau tidak bisa meninggalkan warisan yang banyak bagi keturunannya. Lebih ektrim orang jaman sekarang menganggapnya sebagai hari-hari yang celaka bagi keturunannya. Pokok permasalahan dari rasa ketakutan itu sesungguhnya pada soal pengandalan. Baik konsep dahulu maupun sekarang memperlakukan harta adalah sebagai penguasa yg berotoritas dalam dirinya. Mereka bukan saja mengandalkannya tetapi juga mempercayainya sebagai sesuatu yang bisa membebaskan, menebus nyawanya dengan harta. Pemazmur harus membongkar pemahama yang salah itu, bahwa yang menjadi penguasa yang sanggup menebus nyawa manusia adalah Allah (v. 8-9)

            Dengan sangat tegas pemazmur mengungkapkan bahwa tidak ada yang bisa menahan orang untuk menuju lubang kubur, tidak juga kekayaannya, kemiskinannya atau kemegahannya. Bahkan dengan semua yang dimilikinya, ketika hari kematian itu tiba ia sama dengan hewan yang dibinasakan. Kemudian di ayat, 16 pemazmur menegaskan bahwa hanya Allah yang sanggup membebaskan manusia dari rasa takut, kuatir dan cemas. Itulah sebabnya Allah akan menarik orang dari pengandalan kepada hal-hal bendawi yang sia-sia kepada kehidupan yang mengandalkan Tuhan ketika kita mengubah objek pengandalan hidup kita dari keduniawian kepada Allah yang hidup.  

Refleksi:
Renungkan sejenak, apakah yang anda andalkan dalam hidup selama ini? Pengandalan di luar Tuhan semuanya akan sia-sia, tetapi di dalam Tuhan engkau akan bahagia (Yer 17:5-8)

Tekad:
Tuhan, ajarlah aku lebih mengandalkan Engkau, bukan pada apa yang kumiliki di dunia ini.

Tindakan:
Mulai hari ini aku mau mewujudkan pengandalan kepada Tuhan dengan selalu memohon Tuhan memimpin setiap usaha, karya dan pelayananku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«