suplemenGKI.com

Kamis ,04 Juli 2013

04/07/2013

Mazmur 66: 10-20

ALLAH YANG MENGUJI DAN MEMURNIKAN

Logam mulia emas dan perak tidak terlalu mudah untuk diperoleh. Seringkali si penambang harus mencairkann emas maupun peraknya dalam dapur peleburan yang bersuhu tinggi, sehingga dengan demikian dapat menyingkirkan semua unsur dan elemen yang tidak diperlukan. Dengan demikian sebagai hasil akhirnya dapatlah diperoleh emas maupun perak dengan kadar kemurnian yang tinggi!

Bagian  ini menyaksikan kepada kita bahwa ketika bangsa Israel bersandar kepada kekuatan Allah yang hidup, mereka mengalami pembebasan, penyelamatan dan kelegaan. Mereka beroleh pemurnian atau pengujian yang berupa hambatan dan tantangan dalam hidup mereka, namun demikian campur tangan Allah nyata, sehingga pada akhirnya mereka mengalami pemulihan.

Pemahaman :

  1. Hambatan apa saja yang dialami oleh bangsa Israel?   [ayat 10-15]
  2. Mengapa si pemazmur harus mendaftar begitu banyak tantangan yang nyaris bertubi-tubi menimpa bangsa Israel?   [ayat 16-20]

Ayat 11, bicara tentang Tuhan yang membawa mereka dalam jaring, yang oleh seorang penafsir dikatakan sebagai saat pembuangan bangsa Israel. Dan jika ada tambahan beban di pinggang, maka kita bisa memaknai hinaan yang tidak ringan yang dialami suatu bangsa yang pernah menjadi bangsa yang besar. Dan bila semua itu belum cukup menyakitkan maka sang pemazmur menambahkan di ayat 12a dengan sebuah gambaran yang lebih menyolok: “Kepala yang diinjak!”

Ayat 12b, merupakan penutup yang sangat indah. Meskipun masih ada tambahan tantangan yakni harus menempuh api dan air, pada akhirnya Tuhan-lah yang menjadi pelepas atau pembebas mereka! Inilah tujuan si pemazmur dalam memaparkan sekian banyak tantangan maupun hambatan yang harus mereka hadapi dalam sejarah hidup mereka, yaitu agar mereka dapat melihat Tuhan sendiri yang berkarya dalam hidup mereka.

Ayat 13-15 menjelaskan apa yang menjadi tindakan pribadi si pemazmur sebagai pribadi yang tahu terima kasih. Dan ada satu sisipan yang menarik tentang tindakan membayar nazar. Kadang kala banyak orang mengucapkan banyak hal di saat susah, namun janji ataupun nazar tersebut jarang dilaksanakan!

Ayat 16-20 merupakan ajakan si pemazmur yang mendorong semua orang yang pernah mendapat pertolongan-Nya untuk menceritakan apapun yang pernah dibuat-Nya dalam hidup. Plus teladan dari seorang pribadi yang dekat dengan Tuhan yang senantiasa menjaga hidupnya agar senantiasa berkenan kepada-Nya. Sehingga pada gilirannya doanya dijawab-Nya, dan hidupnya selalu dalam curahan kasih karunia-Nya

Refleksi
Dalam menghadapi kesukaran hidup, apakah saya masih bisa mengucap syukur? Apakah saya sadar bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan saya? Tuhan senantiasa menepati janjiNya, yaitu memberi saya kemenangan.

Tekadku
Ketika saya menghadapi hal-hal sulit, saya akan tetap mengingat kasih setia Tuhan dan tetap menjaga hati, pikiran dan perkataan saya, agar tetap memuliakan Tuhan

Tindakanku
Hari ini saya akan menceritakan betapa setiaNya Tuhan kepada kita, kepada orang-orang disekitar saya, terutama yang sedang mengalami masa-masa sulit.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«