suplemenGKI.com
Pengharapan Baru

Pengharapan Baru

1Tesalonika 4:13-15

Kematian Adalah Pengharapan Baru Bagi Yang Setia Kepada Kristus

            Dunia di luar kekristenan pada umumnya memandang kematian adalah sebagai sesuatu yang menyeramkan dan ketiada pengharapan. Dengan pandangan demikian maka akan muncul dua macam sikap dalam menghadapi kematian: Pertama, Kematian sebagai sesuatu yang sudah berakhir segala-galanya maka buat apa diratapi terlalu dalam! Toh semuanya sudah tidak berguna lagi. Kedua, Kematian sebagai sebuah kegagalan yang menyisakan penyesalan mendalam bagi kerabat, famili dan keluarga. Maka tidak heran banyak orang di luar Tuhan Yesus ketika menghadapi peristiwa kematian keluarganya kemudian menjadi sangat menyesal, terpukul dan bahkan bisa menyalahkan diri sendiri, menyalahkan satu sama lain dan sebagainya karena merasa telah gagal menolong keluarganya sehingga akhirnya meninggal. Pandangan demikian telah ada sejak dulu, seperti dalam bacaan kita hari ini. Pada saat itu orang-orang di luar Kristen memandang kematian adalah sesuatu kegagalan yang menyeramkan dan ketiadaan pengharapan, itu sebabnya pada setiap batu nisan orang yang sudah meninggal selalu tertulis “Aku sudah tidak ada lagi” atau “Aku sudah berubah” atau “Aku tidak peduli lagi” Hal itu ternyata juga telah mempengaruhi pemikiran orang-orang Kristen yang ada di Tesalonika, itu sebabnya Paulus mengingatkan mereka melalui tulisannya ini.

Pertanyaan-Pertanyaan Penuntun:

  1. Apa pandangan Paulus tentang kematian? (ay. 13-14)
  2. Bagaimana dengan mereka yang sudah meninggal sebelum kita? (ay. 15)
  3. Bagaimana seharusnya sikap kita dalam menghadapi kematian?

 Renungan:
            Dalam surat kepada jemaat di Tesalonika ini, kita menjumpai dua berita penting yang Paulus terima, Pertama: Berita kegembiraan, karena melihat iman jemaat tesalonika tetap kuat dan bertumbuh walaupun di tengah tekanan dan penganiayaan (2:13-20) Kedua: Berita yang tidak menggembirakan, karena jemaat Tesalonika sangat mengharapkan kedatangan Tuhan Yesus ke dua kalinya dengan cara yang salah yaitu banyak diantara jemaat yang mulai meninggalkan pekerjaan, tidak lagi melakukan aktivitas normal dalam kesehariannya. Mereka memfokuskan diri dalam menantikan kedatangan Tuhan Yesus ke dua kali. Bahkan sampai meluapkan emosi yang tidak terkendalikan lagi. Khususnya mereka mengkuatirkan orang-orang  yang sudah mati, apakah mereka akan dibangkitkan bersama dengan mereka yang masih hidup atau tidak?
            Paulus menasihati mereka: Pertama, agar jangan meratapi kematian seperti orang yang tidak percaya Kristus yang tidak berpengharapan. Itu sebabnya Paulus meletakkan suatu prinsip yang penting sekali bagi orang-orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, bahwa orang yang hidup maupun orang yang sudah mati di dalam Kristus tetap berada di dalam Kristus. Sekalipun telah mati ia akan bangkit di dalam Kristus, sebab antara Kristus dan orang yang mengasihiNya terdapat suatu hubungan yang tidak dapat diputuskan. Karena Kristus telah mati dan bangkit kembali, maka setiap orang yang bersama dengan Dia sampai mati juga akan dibangkitkan pada saat kedatanganNya ke dua kali kelak, dan bagi setiap orang percaya yang masih hidup pada saat kedatanganNya juga akan diangkat bersama-sama dengan Dia.
            Berangkat dari penjelasan di atas, maka sikap yang benar dalam menghadapi kematian adalah memiliki pengharapan baru dalam Kristus, karena setelah kematian kita tidak hilang,  tidak ada lagi atau  tidak dipedulikan lagi melainkan tetap di dalam Kristus yang akan membangkitkan kita bersama dengan semua orang kudusNya pada saat kedatanganNya ke dua kali kelak. Hal yang harus kita pegang baik-baik adalah tetaplah setia hidup di dalam Tuhan Yesus, tetaplah menunjukkan pertumbuhan iman walau di tengah penderitaan dunia dan jangan pernah meninggalkan Tuhan Yesus untuk selama-lamanya. Amin.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*