suplemenGKI.com

 

Selasa, 25 Februari 2014

Keluaran 24: 13-18

 

Pengantar

Apakah  Saudara pernah bermimpi berjumpa TUHAN? Bagaimanakah gambaran TUHAN dalam mimpi Saudara? Pada umumnya orang membayangkan kemuliaan TUHAN sebagai sesuatu yg indah dan menenteramkan hati. Bagaimanakah gambaran kemuliaan TUHAN bagi orang-orang Israel seperti disaksikan dalam bacaan hari ini?

 Pemahaman

  • Ayat 15-16      :  Apa yang dialami Musa di gunung ALLAH?
  • Ayat 17-18      :  Simbol apakah yang dipakai orang Israel untuk menggambarkan kemuliaan TUHAN ? Mengapa simbol itu dipakai?

Orang Israel menggambarkan kemuliaan TUHAN sebagai api yang menghanguskan (ay. 17). Gambaran ini begitu mengerikan. Oleh karena itu  dalam Keluaran 19:21-22 ada peringatan agar jangan ada orang yang mencoba mendekat karena bisa binasa.  Jadi tidak semua orang boleh mendekat dan datang ke hadapanNya.  Para imam pun yang mau mendekat harus terlebih  dulu menguduskan dirinya. Hanya Musa yang diperkenankan naik ke gunung Sinai untuk menghadap TUHAN.  Hal ini menyatakan  bahwa sesungguhnya antara manusia dan TUHAN memang ada jarak sehingga manusia mesti tahu diri siapa TUHAN dan  siapa manusia. TUHAN memang tidak boleh dihampiri dengan sembarangan. Pemahaman ini sejalan dengan konsep bahwa TUHAN Maha kudus dan  kita manusia berdosa. TUHAN Maha kuasa, kita manusia lemah. Ada jarak yang tinggi dan luas antara manusia dan TUHAN.

Mengingat akan hal itu maka sungguh berbahagialah Musa yang diperkenankan  mendekat  kepada hadirat TUHAN. Di atas gunung Sinai, Musa berjumpa TUHAN dan kemuliaan TUHAN melingkupinya. Bahkan TUHAN sudah menyiapkan alat perlindungan agar Musa aman berdekatan dengan TUHAN. Saat itu kemuliaan TUHAN ditutupi awan.  TUHAN berbicara kepada Musa dari balik awan.

Bila kita memikirkan betapa ngerinya kemuliaan TUHAN yang digambarkan orang-orang Israel dalam Perjanjian lama, maka berbahagialah kita yang telah dijembatani  oleh Tuhan Yesus Kristus sehingga bebas dan dengan mudah mendekat pada ALLAH. Sekalipun demikian kita perlu tetap menjaga sikap dalam kerendahan hati, menjaga kekudusan, senantiasa menaruh hormat dan takut akan TUHAN.

Refleksi

Dalam keheningan, bertanyalah pada diri sendiri:”Apakah selama ini aku merasakan kemuliaan TUHAN melingkupiku? Apakah aku telah menaruh hormat pada TUHAN dan menjaga kekudusan di hadapan TUHAN?  Bagaimanakah sikap doaku selama ini? Bagaimanakah sikapku manakala sedanag mendengarkan Firman TUHAN? Apakah semua sikapku telah memuliakan TUHAN sehingga aku pun dapat merasakan  kemuliaan TUHAN“

Tekadku

TUHAN, bantulah aku agar dapat menghargai kemuliaan-Mu. Aku pun ingin selalu memiliki kerendahan hati dan dimampukan menjaga kekudusan serta menaruh hormat dalam baktiku kepadaMu.

Tindakanku

Mulai hari ini aku akan menghargai kemuliaan TUHAN dengan memperbaiki sikap ibadah, sikap hati serta sikap hidup yang memuliakan TUHAN.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*