suplemenGKI.com

Bacaan :  1 KORINTUS 1 : 4 – 9

UCAPAN SYUKUR SANG RASUL

Pengantar
Setelah Paulus memperkenalkan diri dan menyampaikan salam, Paulus mengajak umat untuk mengucap syukur.  Mary Ann Gety seperti yang dikutip Pdt. Wisnu S. Nugroho, menyampaikan bahwa ucapan syukur Paulus ini berbeda dengan kebiasaan pengirim surat yang lain.  Biasanya penulis surat mengucap syukur karena dirinya saat menulis surat dalam keadaan sehat, baru saja menerima rejeki, atau hal-hal lain yang menyenangkan lainnya.  Dalam bagian ini Paulus justru mengucap syukur karena jemaat telah menerima kasih akrunia Allah dalam Yesus Kristus.

Pemahaman
Ayat 5 : Apa saja yang sudah diterima oleh jemaat di Korintus ?

Ayat 7 : Apakah ada karunia dari Tuhan yang belum dianugerahkan kepada jemaat di Korintus ?

Ayat 8 : Apalagi yang akan Tuhan berikan kepada jemaatNya di Korintus tersebut ? Dan apa yang dimaksud dengan hari Tuhan ? 

Saat Paulus datang ke Korintus untuk pertama kalinya dan menyampaikan tentang Kristus, maka dia juga menjelaskan hal-hal apa saja yang akan mereka terima sebagai umatNya.  Maka saat Paulus menulis surat tersebut, dia dengan bangga menyatakan bahwa di dalam Kristus, jemaat di Korintus sudah menjadi kaya dalam segala perkataan dan pengetahuan.  Bahkan di ayat 7 ditegaskan oleh Paulus bahwa mereka tidak kekurangan dalam satu karuniapun! Betapa dahsyatnya pemenuhan janji Tuhan tersebut bagi umatNya di Korintus.  Dan itu terus berlanjut terus selama mereka hidup sebagai jemaat yang melayani satu sama lain.  Segala karunia itu juga digunakan bukan dengan cara semau mereka melainkan dengan cara yang Tuhan mau. 

Pemberian itu bahkan masih ditambah lagi dengan peneguhan yang membuat mereka tidak bercacat sampai hari Tuhan.  Paulus yakin ketika hari Tuhan – yang diyakini sebagai hari penghakiman, maka manusia yang tinggal di dalam Kristus dapat menghadapinya tanpa rasa takut.  Hal itu terjadi sekali lagi bukan karena orang Korintus maupun kita semua orang percaya pada masa kini sudah berhasil mencapai tingkat kesalehan tertentu, akan tetapi karena pengorbanan Tuhan kita Yesus Kristus! 

Penutup dari bagian pendahuluan ini sangat indah. Paulus memberikan jaminan yang sangat tepat bahwa Allah yang menebus serta memanggil kita dalam persekutuan yang indah dengan Yesus Kristus, adalah setia.  Tentang kesetiaan, Paulus menulis untuk Timotius di dalam 2 Timotius 2 : 13, “Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diriNya.”  Dengan jaminan hidup semacam itu maka  kehidupan kita sebagai orang percaya tidak akan dapat dilepaskan dari Allah.  Dia adalah Tuhan yang kita yakini, kita ikuti dan kita sembah sepanjang hidup kita.  Tuhan Allah adalah tempat berlindung, sumber kekuatan, pengharapan dan keselamatan kita, bukan hanya pada saat ini, tetapi bahkan selamanya.

REFLEKSI
Renungkanlah, apakah sepajang hidupku, aku telah menjadi anak Allah yang setia? Apakah selama ini aku telah menjadikan Allah sebagai sumber pengharapan dan tempat berlindung?

TEKADKU
Aku akan setia menjadi pengikut Allah, dan hanya berharap kepadaNya

TINDAKANKU
Mulai hari ini aku akan mengucap syukur atas kasih setia Tuhan yang tak berkesudahan dalam hidupku dan menceritakan perbuatan tanganNya dalam hidupku kepada orang-orang disekelilingku

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«