suplemenGKI.com

TANAH LIAT YANG MEMBERONTAK

Yeremia 18:11-17

 

PENGANTAR
Hubungan Tuhan dan umat-Nya digambarkan seperti seorang penjunan (tukang periuk) dan tanah liat. Seperti tanah liat di tangan seorang penjunan, seharusnya umat Tuhan tunduk sepenuhnya terhadap apa yang dikehendaki Tuhan terhadap mereka (ay. 1-6). Namun, mereka melakukan apa yang jahat di depan mata Tuhan dan tidak mendengarkan suara-Nya (ay. 10).

PEMAHAMAN

Ay. 11-12   Sebelum menghukum mereka, Tuhan memberi mereka kesempatan untuk bertobat. Menurut Anda, mengapa? Bagaimana tanggapan mereka?

Ay. 13-14   Dengan apakah mereka dibandingkan? Apa yang hendak disampaikan melalui pembandingan itu?

Ay. 15-17   Dengan cara apakah mereka memberontak kepada Tuhan? Apa akibatnya bagi mereka? (sebutkan minimal tiga hal).

Kasih Tuhan kepada umat-Nya tidak pernah berubah. Karena itulah, Tuhan memberikan kepada mereka kesempatan untuk bertobat. Namun mereka menolak bertobat. Mereka berkeras hati dan memilih mengikuti kehendak hati mereka yang jahat.

Keberanian mereka memberontak terhadap Tuhan inilah yang disebut sebagai sikap yang mendatangkan rasa ngeri. Sikap mereka sangat mengerikan bila dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain yang tunduk kepada dewa-dewa mereka. Tidak seperti salju putih yang dengan setia tetap berada di atas gunung batu Siryon dan memberikan air yang sejuk, umat Tuhan berlaku tidak setia kepada-Nya.

Ketidaksetiaan mereka kepada Tuhan diwujudkan dalam bentuk dosa yang paling dibenci oleh Tuhan, yaitu penyembahan berhala. Apa akibatnya? Ada tiga hal yang akan terjadi sebagai akibat ketidaksetiaan mereka kepada Tuhan. Pertama, mereka akan jatuh tersandung. Artinya, mereka akan mengalami banyak masalah dalam kehidupan mereka. Kedua, mereka akan menjadi bahan olok-olokan. Artinya, mereka tidak dapat menjalankan peran mereka untuk memuliakan Tuhan. Ketiga, Tuhan akan membelakangi mereka pada waktu mengalami bencana. Artinya, mereka tidak akan mengalami kasih dan penyertaan Tuhan.

REFLEKSI
Karena kasih-Nya, Tuhan juga masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bertobat. Apakah kita sudah menggunakan kesempatan itu dengan baik?

TEKADKU
Ya Tuhan, berikanlah juga kepadaku kesempatan untuk bertobat dan mampukanlah aku menggunakan kesempatan itu dengan sungguh-sungguh.

TINDAKANKU
Aku akan mengakui dosa-dosaku kepada Tuhan dan memohon ampun kepada-Nya. Aku juga akan menjauhkan diriku dari dosa tersebut dan dari semua hal yang dapat membuatku melakukannya lagi.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«