suplemenGKI.com

DIPULIHKAN TUHAN

Mazmur 85:9-14

 

Pengantar
Pandemi Covid 19 di negeri kita telah memasuki bulan ke tujuh. Apakah Saudara masih memiliki semangat untuk melanjutkan kehidupan di tengah pelbagai kesulitan di masa pandemi ini ? Tidak sedikit orang mulai bosan, jenuh dan lelah.  Banyak orang rindu kondisi ini segera pulih. Apakah TUHAN berkenan memulihkan kondisi kita? Pasti TUHAN akan memulihkan. TUHAN tak pernah berhenti memulihkan kehidupan umat-Nya.  Hal inilah yang akan kita renungkan hari ini.

Pemahaman
Ayat  9                 : Apakah yang hendak didengarkan oleh Pemazmur?
Ayat 10-14           : Kondisi pemulihan seperti apakah yang dijanjikan TUHAN kepada umat-Nya?

Setiap saat manusia memerlukan pemulihan. Ada yang ingin dipulihkan dari sakit penyakit, dari hubungan rumah tangga dan sesama yang retak, dari keterpurukan ekonomi, dan masih banyak lagi. Namun ada satu pemulihan yang dapat mendatangkan sukacita dalam kehidupan kita yaitu pemulihan hubungan dengan TUHAN.

Saat umat Israel sedang terpuruk, mereka berdoa supaya ALLAH mengampuni kesalahan mereka dan memulihkan keadaan mereka. Dan dalam bacaan hari ini ditegaskan keyakinan iman Pemazmur bahwa ALLAH berkenan memulihkan dan mengampuni umat-Nya karena amarah ALLAH terhadap keberdosaan umat-Nya telah reda (ayat 2-4).  Dalam keyakinan akan pemulihan hubungan dengan ALLAH, Pemazmur berkata, “Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan ALLAH, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan? ” (ay. 9).

Kesediaan mendengar Firman ALLAH membuat umat selalu yakin ada karya pemulihan yang sedang dikerjakan ALLAH. Sikap pemazmur yang sedia mendengar Firman ALLAH mengingatkan umat  yang sering mengeluh kepada TUHAN tetapi tidak bersedia mendengarkan Firman TUHAN. Apa isi Firman TUHAN yang didengar oleh Pemazmur dalam situasi dan kondisi susah dan menderita di tanah pembuangan saat itu? TUHAN berfirman  tentang syaloom, damai-sejahtera. TUHAN hendak berbicara tentang damai. Umat butuh syaloom dari TUHAN agar umat tidak kembali menjadi bodoh, putus asa dan tidak percaya kepada Tuhan.

Di dalam syaloom ada situasi selamat (tidak binasa) dan juga kebaikan-kebaikan dan kemuliaan di antara umat milik TUHAN. Dan situasi syaloom itulah yang mendorong umat bertindak berdasarkan kasih, kesetiaan, adil, benar dan berdamai dengan semua orang. Semua yang baik tersebut belumlah utuh dan sempurna adanya. Itu baru “dekat” dalam hidup umat yang takut akan TUHAN. Mereka perlu terus menerus berjuang dalam ketaatan kepada TUHAN menuju keselamatan yang utuh dan sempurna.

Di tengah pandemi Covid -19 ini kita juga  semua membutuhkan syaloom. Dalam situasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara juga sangat dibutuhkan kehidupan yang diarahkan pada terwujudnya syaloom yaitu sistem dan suasana hidup yang penuh kasih, kesetiaan, keadilan, kebenaran dan damai.

Refleksi:
Dalam keheningan, marilah kita berefleksi! Ketika kita rindu dunia sekitar kita dipulihkan TUHAN, mampukah kita menjadi agen pemulihan yang memberi contoh dan teladan kehidupan yang benar, adil dan damai. Mampukah kita membawa pengharapan pemulihan di tengah kegelisahan dan keputusasaan?

Tekadku:
Ya TUHAN, berikanlah aku hati yang mau mendengar Firman-Mu agar aku selalu mendapatkan pengharapan baru  tentang karya pemulihan TUHAN bagi kehidupan ini serta mendapatkan tuntunan untuk mewujudkan karya pemulihan yang sedang TUHAN kerjakan dalam kehidupan sehari-hari.

Tindakanku:
Setiap hari aku akan mendengar Firman TUHAN dan melakukannya.  Pada malam hari aku akan mencatat apa yang sudah kulakukan untuk mewujudkan karya pemulihan dari TUHAN.

 

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«