suplemenGKI.com

KORBAN-NYA MENGHAPUS DOSAKU

Ibrani 9:24-28

 

Pengantar
Seorang ayah dan putrinya sedang berjalan di pusat perbelanjaan kota. Putrinya meminta sang ayah untuk membelikan boneka besar yang dipajang di sebuah toko. Sang ayah berusaha untuk mengalihkan permintaan putrinya karena harga boneka sangat mahal dan ia hanya membawa uang yang akan digunakan membeli kebutuhan hari itu saja. Ia berjanji pada putrinya untuk membelikan boneka yang diinginkan seminggu setelahnya. Dalam waktu tujuh hari tersebut, sang ayah yang merupakan buruh harian lepas, berusaha bekerja keras demi mencukupi kebutuhannya dan membelikan boneka untuk putrinya. Ketika uang yang didapat dirasa cukup, maka ia bergegas untuk pergi ke toko yang menjual boneka yang diinginkan oleh putrinya. Apa yang dilakukan oleh sang ayah merupakan pengorbanan yang didasari cinta kasih. Berbicara tentang pengorbanan, kita diingatkan tentang pengorbanan Yesus di kayu salib  untuk menghapus dosa-dosa kita. Ia berkorban karena kasih.

Pemahaman

  • Ayat 25-26    : Apa keunggulan Yesus sebagai Imam Besar dibandingkan imam besar dalam Perjanjian Lama?
  • Ayat 27-28    : Apa tujuan kedatangan Yesus ke dunia untuk yang ke dua kali?

Jika kita mengingat kembali dalam Perjanjian lama, ketika manusia jatuh ke dalam dosa, hubungan manusia dengan Allah menjadi terputus. Oleh sebab itu diperlukan korban penghapus dosa. Dalam Perjanjian Lama, korban penghapus dosa tidak boleh dipersembahkan secara langsung oleh umat. Hal ini dikarenakan imam besar-lah yang boleh masuk ke ruang yang paling dalam di Bait Suci sebagai penyambung lidah bangsa Israel kepada Allah. Korban penghapusan dosa digambarkan melalui ritual  pengorbanan anak domba yang dilakukan oleh imam besar Yahudi. Namun ritual tersebut tidak cukup dilakukan hanya sekali saja karena pengampunan dosa oleh imam besar dengan darah binatang tidaklah sempurna dan bersifat sementara . Jadi dalam setiap satu tahun sekali imam besar melakukan ritual ini (ayat 25b). Pengampunan dosa yang sempurna hanya terjadi melalui pengorbanan Yesus di kayu salib. Pengorbanan-Nya tidak dilakukan berulang-ulang, melainkan hanya satu kali saja. Darah yang dikorbankan adalah darah-Nya sendiri yang memiliki nilai tak terbatas. Melalui pengorbanan-Nya, hubungan manusia dengan Allah yang rusak akibat dosa menjadi pulih kembali. Di ayat 27-28, dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Kristus akan datang kembali untuk menghakimi dan memerintah selamanya. Kedatangan Kristus adalah hari sukacita bagi orang percaya yang menanti-nantikan Dia.

Refleksi
Sebagai umat yang telah ditebus oleh Kristus, selayaknya kita selalu bersyukur dan hidup menurut teladan Kristus. Renungkanlah: Apakah yang menjadi penyebab kita belum dapat hidup menurut teladan Kristus seutuhnya?

Tekadku
Tuhan, terimakasih untuk pengorbanan-Mu yang tercurah atasku. Ajarku setia dan menuruti teladan-Mu dalam hidupku.

Tindakanku
Sebagai orang yang telah ditebus oleh Kristus, aku mau hidup menurut teladan Kristus dengan cara meninggalkan kebiasaan buruk yang ku lakukan: …. (sebutkan)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«