suplemenGKI.com

JUMAT, 9 MEI 2014

08/05/2014

I Petrus 2:19-21

JATI DIRI YANG TERUJI DI TENGAH TANTANGAN (Bagian 1)

 

Pengantar
Semboyan bangsa Indonesia adalah Bhineka Tunggal Eka.  Di dalam semboyan itu, seluruh bangsa ini diajak untuk menghargai keanekaragaman.  Tentu saja untuk mewujudkannya tidaklah mudah, sebab seringkali keanekaragaman dipandang sebagai perbedaan.  Keadaan serupa juga dialami pengikut Kristus.  Mereka dianggap ‘berbeda’ bukan hanya dari sudut pandang status sosial, tetapi juga tindakan dan pandangan hidup.  Dampaknya adalah mereka saat itu banyak mengalami tekanan dari penguasa sebab dianggap sebagai pribadi yang ‘berbeda’.  Inilah latar belakang surat Petrus yang kita baca hari ini.  Bagaimana nasihat rasul Petrus, bagi kita sebagai pengikut Kristus, dalam menghadapi keadaan seperti itu? 

Pemahaman
Ayat 19-20: Apakah maksud nasihat rasul Petrus dalam ayat ini?
Ayat 21-22: Bagaimana panggilan kita sebagai pengikut Kristus?
Sudahkah kita menampilkan jati diri yang seharusnya sebagai pengikut Kristus?

Pada saat surat ini ditulis agama Kristen telah menyentuh semua lapisan masyarakat termasuk para budak.  Sebagai budak hak mereka sering diabaikan dan “diperlakukan tidak manusiawi” oleh majikannya.  Apalagi bila budaknya itu Kristen, majikan yang bukan Kristen sering memperlakukan budak Kristen dengan lebih kejam, seakan-akan menjadi Kristen itu adalah sebuah kesalahan.  Itulah yang melatarbelakangi tulisan Petrus dalam bagian ini.  Dalam konteks seperti itu, bagaimana Petrus menasihati budak Kristen yang menderita karena imannya itu? Pertama, tetap tunduk dan taat walaupun majikannya itu seorang yang kejam (ay.18).  Dasarnya adalah menderita oleh karena kehendak Allah merupakan kasih karunia (ay.19).  Kedua, menyadari bahwa di dalam tekanan majikannya itu ia sedang meneladani penderitaan Kristus yang walaupun tidak berdosa namun diperlakukan tidak adil bahkan sampai dihukum mati (ay.21-23).  Kristus rela diperlakukan tidak adil dan tidak membalas, karena Dia mau menyelamatkan manusia dari hukuman dosa.  

Maka, nasihat rasul Petrus adalah pengikut Kristus seharusnya meneladani sikap dan tindakan Kristus itu.  Pengikut Kristus memandang bahwa tantangan merupakan ujian untuk tetap menampilkan jati diri sebagai pengikut Kristus.  Di atas kayu salib Yesus menunjukkan jati diriNya sebagai anak Allah diutus Bapa untuk menyelamatkan umat manusia dari hukuman dosa.  Seharusnya kita juga belajar memiliki motivasi yang serupa, rela menunjukkan jati diri agar ada banyak orang yang mengenal karya keselamatan Kristus.   

Refleksi
Pribadi seorang Kristen sejati tidak dipengaruhi oleh situasi, bahkan ketika ia diperlakukan tidak adil, ia bukan hanya tidak membalas melainkan mengampuni dan tetap berbuat kebajikan.  Mari kita evaluasi diri, sudahkah kita menunjukkan jati diri sebagai pengikut Kristus?  Apakah pola hidup kita sudah menunjukkan identitas kekristenan dengan tidak jemu-jemu berbuat baik kepada siapa saja baik kepada saudara seiman maupun tidak seiman.

Tekadku
Tuhan Yesus mampukan aku untuk selalu bisa menunjukkan jati diriku sebagai pengikut-Mu. Tolonglah aku supaya bisa melakukan kebaikan kepada siapapun juga yang membutuhkan uluran tanganku.

Tindakanku
Hari ini akan kutemui ……… (temanku yg bukan pengikut Kristus).  Aku menawarkan diri apa yg bisa aku lakukan untuk membantunya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»