suplemenGKI.com

Jumat, 9 Juni 2017

08/06/2017

Berada dengan Mereka yang Berbeda

2 Korintus 13:11–13

Pengantar

Bahan perenungan kita hari ini merupakan salam penutup dari surat 2 Korintus. Rasul Paulus mengakhiri suratnya ini dengan doa berkat yang menggunakan bahasa Trinitas. Dari salam yang ringkas ini, ada beberapa hal yang patut menjadi bahan perenungan kita bersama.

Pemahaman

Ay. 11    : Apa sajakah nasihat yang diberikan rasul Paulus? Adakah nasihat yang secara khusus perlu Saudara perhatikan terkait dengan kondisi Saudara?

Dalam salam penutup surat ini, rasul Paulus menyebut beberapa sikap hidup kristiani yang patut diperhatikan. Pertama, bersukacitalah. Tentu maksud bersukacita di sini bukanlah bergembira ala kebudayaan waktu itu, di mana orang biasanya bersukaria di dalam pesta pora. Kita harus melihat bersukacita di sini terkait dengan iman Kristen, yakni bersukacita di dalam Tuhan. Hal ini terkait dengan nasihat berikutnya, yaitu usahakanlah dirimu supaya sempurna. Maksud kesempurnaan di sini bukanlah sekadar sempurna tanpa cacat dan cela, melainkan juga dapat berarti sempurna di dalam membangun kesatuan tubuh Kristus. Bukankah berikutnya rasul Paulus juga menasihatkan agar mereka sehati sepikir dan juga hidup dalam damai? Nasihat sehati sepikir adalah nasihat untuk mengesampingkan berbagai perbedaan. Jemaat Korintus adalah Jemaat yang heterogen, ada banyak perbedaan di dalamnya, baik secara suku, pola pikir, bahkan karunia. Kalau Jemaat Korintus tidak melihat perbedaan ini sebagai anugerah yang patut disyukuri dan dihargai, maka mereka tidak akan dapat mensyukuri dan menghargai keberadaan orang-orang yang berbeda. Dan itulah modal utama terjadinya perpecahan. Pada waktu perpecahan itu terjadi, maka damai sejahtera akan menguap dan tidak dapat dirasakan lagi dalam hidup bergereja. Dengan demikian sebenarnya nasihat-nasihat rasul Paulus di sini bertemakan nasihat untuk membangun kehidupan bersama, berada bersama dengan mereka yang berbeda.

Refleksi

Konflik yang kita alami biasanya terjadi dengan orang yang berbeda dengan kita. Sedangkan di sisi lain, kenyataan bahwa keberadaan kita bersama dengan mereka yang berbeda tidak terelakkan. Lalu, bagaimana sikap kita sebagai orang percaya? Akankah kita saling memaki? Berkelahi? Atau membenci? Kondisi ini seharusnya menjadi ajang bagaimana kita menunjukkan sikap kristiani, bukannya menjadi panggung pertandingan, apalagi perkelahian.

Tekad

Doa: Ya Tuhan, tolonglah saya untuk menunjukkan sikap kristiani dalam keberadaan saya bersama dengan mereka yang berbeda dengan saya. Amin.

Tindakan

Saya akan berdoa untuk paling sedikit dua orang yang berbeda pendapat dengan saya dalam beberapa waktu  terakhir ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«