suplemenGKI.com

Kisah Para Rasul 19:1-7

BERKAT KEDUA, BENARKAH?

 

Pengantar
Ada pemahaman yang mengajarkan pentingnya menerima Roh Kudus sebagai berkat kedua (second blessing) setelah menerima Yesus Kristus.  Bagi yang memiliki pemahaman itu, kedua pengalaman tersebut tidak terjadi dalam satu waktu.  Benarkah demikian?  Mari kita belajar dari bacaan hari ini.

Pemahaman

  • Ayat 4:  apa yang Paulus jelaskan kepada jemaat Efesus tentang Yesus Kristus?
  • Ayat 5:  bagaimana respons jemaat Efesus ketika mendengar pengajaran tersebut?
  • Ayat 6:  apa yang kemudian terjadi ketika Paulus mendoakan jemaat Efesus?

Paulus mengawali percakapannya dengan bertanya, “sudahkan kamu menerima Roh Kudus, ketika menjadi percaya?” (ayat 2).  Konteks pertanyaan ini dikaitkan dengan pengajaran yang kemudian disampaikan Paulus, yaitu tentang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Mesias yang telah dijanjikan (ayat 4).  Artinya, jemaat Efesus baru sebatas bertobat (menyadari dan mengaku bersalah serta bertekad hidup baru), tetapi belum menerima Yesus Kristus.  Untuk itulah kemudian Paulus memberitakan, membaptis dan mendoakan mereka dalam nama Yesus Kristus.  Dengan kata lain, pertanyaan Paulus tentang “menerima Roh Kudus” (ayat 2) dengan “memberi diri mereka dibaptis dalam nama  Tuhan Yesus” (ayat 5) adalah fakta yang terjadi bersamaan.  Bukan dua pengalaman dengan waktu yang berbeda.  Jadi bukan seperti yang diakui oleh gereja-gereja tertentu yang mengajarkan bahwa menerima Yesus Kristus adalah dua pengalaman yang berbeda waktu dengan pengalaman menerima Roh Kudus.

Alkitab jelas menolak pengajaran yang seperti itu.  Bacaan hari ini mengajarkan bahwa keduanya terjadi bersama-sama.  Meskipun Yesus Kristus bukanlah Roh Kudus, namun ketigaNya (Bapa, Anak dan Roh Kudus) tidak terpisah adanya.  Ketika seseorang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka dalam dirinya sudah ada Roh Kudus yang menghibur dan menyertai orang percaya selama-lamanya (Yoh. 14:16).  Kalaupun terjadi kemampuan berkata-kata dalam bahasa roh sebagaimana disebut dalam bacaan, pengalaman itu terikat dengan konteks.  Bukan normatif yang berlaku mutlak bagi orang percaya di sepanjang masa.  Sumber kemampuan berbahasa roh sepenuhnya menjadi hak Allah, memberi atau tidak.  Dalam bacaan pengalaman berbahasa roh diijinkan terjadi setelah Paulus berdoa, bukan sebaliknya terjadi karena permintaan doa Paulus (manusia).

Refleksi:
Mari menyakini bahwa menerima Roh Kudus terjadi bersamaan dengan pengalaman menerima Yesus Kristus.

Tekadku
Aku mau mempercayai Yesus Kristus dan Roh Kudus telah tinggal dalamku.

Tindakanku
Meyakini Yesus Kristus dan Roh Kudus tinggal dalamku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«