suplemenGKI.com

Mazmur 146:5-10.

 

Alasan Memuliakan Tuhan.

Pengantar:
Apakah saudara pernah kagum dan hormat pada seseorang? Mungkin itu adalah pasangan saudara atau orangtua saudara atau atasan saudara atau sahabat saudara? Apa yang membuat saudara kagum dan hormat kepadanya? Tentu karena saudara merasakan bahwa orang atau pribadi tersebut adalah pribadi yang berarti, bernilai atau berjasa dalam hidup saudara. Biasanya rasa kagum dan hormat itu membuat kita merasa nyaman, tenang dan enggan untuk menjauh atau berpisah dengannya. Ekspresi kekaguman itu mungkin kita akan menceritakan kepada orang lain apa yang telah kita rasakan melalui kehadiran orang tersebut. Hari ini, pemazmur menunjukkan alasan mengapa ia memuliakan Tuhan dalam hidupnya.

Pemahaman:

  1. Apa yang dirasakan oleh orang yang telah merasakan pertolongan Tuhan? (v.5)
  2. Bagaimanakah penggambaran pemazmur tentang Allah yang dimuliakannya? (v. 6-10)

Pujian pemazmur dalam Mazmur 146:5 “Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada Tuhan, Allahnya” adalah merupakan sebuah ungkapan yang ditujukan pada satu pribadi yaitu Allah Yakub, suatu panggilan yang menyatakan bahwa pribadi tersebut adalah Allah bagi seluruh umat Israel, sebagai Allah yang telah terbukti menjadi penolong dan pemberi harapan kepada umat Israel yang menjadikan-Nya sebagai Allah mereka. Dalam ungkapan itu juga terkandung suatu rasa kagum dan hormat yang tulus, jujur dan kasih kepada pribadi Allah yang telah menjadi penolongnya.

Dalam pujiannya pemazmur menggambarkan Allah yang dikagumi dan dihormatinya itu dengan sangat detail (v. 6-10) yaitu Allah adalah Sang pencipta langit dan bumi, laut dan segala isinya yang kesetiaan-Nya tidak pernah berubah, Allah adalah penuh keadilan, sumber berkat, yang membebaskan, menyembuhkan, membela orang yang lemah dan tertunduk dan sebagainya. Dalam keadilan-Nya, Tuhan juga mengasihi orang yang benar, Tuhan juga menjaga dan membela orang-orang yang tertindas, orang asing, yatim-piatu, para janda dari tindasan orang fasik. Di sisi lain pemazmur mengungkapkan juga bahwa Allah yang patut dimuliakan itu adalah Allah yang melakukan keadilan (menghukum) bagi mereka yang hidupnya fasik. Pernyataan pujian pemazmur ini hendak menyaksikan dan mengajak kepada umat bahwa Allah yang sejati adalah Allah yang layak untuk dimuliakan dalam seluruh kehidupannya. Mari saudara, kita memuliakan Tuhan dalam hidup ini, karena kasih-Nya bagi kita yang tidak ternilai harganya, terutama Dia telah rela menyelamatkan kita dari dosa.

Refleksi:
Coba merenung sejenak, kemudian mulai mendaftarkan daftar pertolongan dan berkat Tuhan yang telah saudara rasakan dalam hidup saudara.

Tekad:
Tuhan sesungguhnya sudah tidak terhitung dan tidak ternilai pertolongan dan berkat-berkat-Mu dalam hidup saya, untuk itu tidak ada alasan bagi saya untuk tidak memuliakan Engkau.

Tindakkan:
Berusaha menghayati bahwa, setiap kali ketika saya makan, minum, bekerja, melayani adalah dalam rangka saya memuliakan Tuhan dalam hidup ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*