suplemenGKI.com

Lukas 12:32-40

MENANTI DENGAN PENUH IMAN

PENGANTAR
Ada pepatah yang mengatakan, “menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan.” Apakah Anda setuju? Terlepas dari setuju atau tidak, kita tidak dapat menghindar dari masa-masa penantian. Bahkan, dalam banyak hal, kita harus rela menunggu atau menanti untuk mendapatkan yang terbaik pada waktunya. Misalnya, untuk mendapatkan buah mangga yang masak pohon, kita harus rela menanti sampai buah itu matang secara alamiah. Sebenarnya, hidup kita di dunia ini pun secara keseluruhan adalah sebuah masa penantian. Sebagai murid-murid Kristus, kita semua sedang menantikan kedatangan-Nya kembali. Bacaan kita hari ini mengajak kita dengan sikap iman yang benar.

PEMAHAMAN

  • Ayat 32-34. Siapakah yang disebut sebagai “kawanan kecil” di sini? (Bacalah ayat-ayat sebelumnya, yaitu 29-31). Janji apa yang diberikan kepada mereka? Bagaimana mereka harus bersikap ketika menantikan janji itu?
  • Ay. 35-40. Bagaimanakah seharusnya sikap murid-murid Kristus ketika menantikan kedatangan-Nya? Mengapa sikap seorang hamba digunakan sebagai contoh di sini?
Istilah “kawanan kecil” sering digunakan untuk orang-orang yang tidak terpandang secara sosial. Mereka juga mempunyai keterbatasan dalam banyak hal lain, khususnya dalam hal materi. Mereka bahkan tidak memiliki cadangan makanan dan minuman untuk esok hari (ay. 29). Namun, kepada kawanan kecil ini, Tuhan berjanji untuk memberikan kerajaan-Nya (yaitu, segala hal yang terbaik, yang disediakan bagi mereka sesuai dengan kehendak-Nya). Karena itulah Tuhan mengajak mereka untuk menanggalkan kekuatiran dan ketakutan mereka.  Bagaimana caranya? Mereka harus mengarahkan perhatian mereka pada harta di sorga, bukan harta di dunia. Dengan hati yang terarah pada harta sorgawi, mereka akan mampu menunjukkan kasih kepada orang lain, bahkan di tengah keterbatasan materi mereka. Sebaliknya, hati yang terikat pada harta duniawi akan menjadi sarang kekuatiran dan ketakutan.

Sebagai murid-murid Kristus, kita juga harus menanti kedatangan-Nya dengan sikap seperti seorang hamba yang menantikan kedatangan sang tuan. Dengan ilustrasi ini, ada satu hal penting yang diajarkan di sini: kita harus senantiasa mengerjakan tanggung jawab kita (ay. 35, “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu yang tetap menyala.”). Murid-murid Kristus tidak menanti dengan sikap pasif. Bagi seorang murid Kristus, kehidupan di dunia ini adalah masa penantian yang harus digunakan sebaik-baiknya untuk melayani dan menunaikan tanggung jawabnya sebagai seorang hamba.

REFLEKSI
Sebagai seorang murid Kristus, apakah Anda sudah menggunakan hidup Anda dengan baik? Sambil menantikan kedatangan-Nya, apakah Anda tetap menunjukkan kasih kepada sesama dan mengerjakan tanggung jawab pelayanan Anda dengan setia?

TEKADKU
Tuhan, tolonglah aku untuk melepaskan diri dari kekuatiran dan ketakutanku, agar aku dapat mengarahkan hatiku kepada-Mu dan menggunakan hidupku untuk melayani-Mu.

TINDAKANKU
Aku akan melakukan minimal satu tindakan kasih kepada seseorang yang aku jumpai pada hari ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«