suplemenGKI.com

Ingat Akan Penciptamu

 

Pengkhotbah 12:1-8

 

Pengantar
Setiap orang pasti ingin bahagia, bahkan untukmendapatkan kebahagian banyak orang yang rela berkorban baik fisik, pikiran ataupun materi. Namun yang menjadi pertanyaan sebatas manakah yang disebut bahagia? Karena ukuran kebahagiaan setiap orang berbeda-beda. Ada orang yang menganggap punya harta cukup itu bahagia, punya keluarga yang baik itu bahagia, punya pekerjaan yang baik itu bahagia dan lain lain. Berapa lamakah kita semua dapat menikmati kebahagiaan yang sudah dicapai? 1 atau 2 tahun atau seumur hidup kita kebahagiaan itu bersama dengan kita?

Pemahaman
Ay 1, apa yang dikatakan Pengkhotbah tentang masa muda?
Ay 2-6 , apa yang dikatakan Pengkhotbah tentang hari-hari yang malang?
Ay 7-8, apa yang dikatakan pengkhotbah tentang manusia yang hidup di dunia ini?

Pengkhotbah mengingatkan orang-orang muda untuk menyadari bahwa ada Tuhan pencipta alam semesta ini yang memperhatikan hidupnya. Oleh sebab itu pengkhotbah mengajak supaya generasi muda hidup di dalam Tuhan, artinya selama mereka masih mempunyai kemampuan, semangat dan tenaga yang besar, mereka diharapkan mengandalkan Tuhan dalam hidupnya dan jangan melupakan Tuhannya.

Pengkhotbah menyadari bahwa hidup manusia tidak mungkin muda terus, akan datang waktunya orang muda menjadi tua dan tidak berdaya lagi. Secara fisik orang tua akan mengalami kemunduran, antara lain: badannya gemetaran, berjalan sulit tegak, banyak giginya yang sudah tanggal, mata menjadi kabur,dan nafsu makan berkurang.

Pengkhotbah menggambarkan bahwa hari-hari malang berkaitan dengan keadaan fisik kita yang semakin tua, semakin melemah, serta hari kematian mendekat. Kita diciptakan Tuhan dari debu akan kembali kepada debu  dan rohnya kembali kepada Tuhan.

Bagi pengkhotbah manusia hidup ada masanya mulai dari anak-anak, muda, dewasa, tua dan kematiannya. Semua masa yang dilaluinya harus bersama-sama dengan Tuhan pencipta alam semesta, karena Dialah kita ada, dan karena Dialah kita dapat melewati masa-masa kita di dunia ini.

Kebahagian sejati bukan diukur dari seberapa banyaknya kita mendapatkan pengetahuan, harta, kedudukan atau bukan juga di ukur dari masa-masa yang kita lewati, masa anak-anak, remaja, pemuda, dewasa dan tua. Kebahagiaan sejati diukur dari seberapa besar kita mengingat pada Tuhan pencipta alam semesta ini. Kebahagiaan harus kita lakukan dan alami di dalam Tuhan Yesus. Mulai dari kita mencari, mendapatkan dan menikmati kebahagiaan harus tetap di dalam Tuhan, dan jangan sekali-kali meninggalkan Dia.

Refleksi
Renungkanlah hidup kita saat ini, apakah kita sudah bahagia di dalam Tuhan? Ataukah kita masih terus mencari kebahagiaan di dunia ini?

Tekadku
Tuhan Yesus, jangan biarkan kami terus mencari kebahagiaan di dunia ini, karena sesungguhnya kebahagiaan sejati hanya terjadi di dalamMu. Amin.

Tindakanku
Apa yang saya jalani saat ini, saya harus sadar dan harus saya lakukan di dalam Tuhan Yesus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«