suplemenGKI.com

SIKAP DALAM PENANTIAN

2 Tesalonika 2:1-5, 13-17

 

PENGANTAR
Pada jaman ini ada orang-orang atau aliran yang mengklaim mendapat wahyu dari Tuhan Yesus mengenai kedatangan-Nya kembali.  Tujuannya adalah menyimpangkan dari kebenaran bahwa Kristuslah satu-satunya juruselamat.  Agar tidak mudah tertipu maka kita harus fokus pada Yesus dan firman-Nya tentang kedatangan-Nya.  Mari kita baca dan renungkan bacaan hari ini!    PEMAHAMAN

  • Kegelisahan seperti apa yang terjadi dalam kehidupan jemaat Tesalonika berkaitan dengan kedatangan Kristus? (ayat 1-2)
  • Bagaimana rasul Paulus memberikan panduan kepada jemaat tentang tanda-tanda kedatangan-Nya? (ayat 3-4)
  • Apa nasihat rasul Paulus kepada jemaat dalam menantikan kedatangan-Nya (ayat 17)
  • Masa kedatangan-Nya itu hanya Bapa yang tahu.  Bagaimana upaya kita mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya?

Kerinduan umat Tuhan akan kedatangan Kristus kembali dalam waktu dekat membuat jemaat Tesalonika menjadi gelisah, mereka kuatir ketinggalan informasi sehingga tidak sempat menyaksikan Tuhan Yesus datang kembali (ayat 1-2).  Apalagi ada orang-orang yang mengaku mendapat ilham roh.  Bahkan ada yang mengaku mendapat surat dari Paulus.

Maka, Paulus mengingatkan apa yang pernah diberitahukannya: satu, akan datang dulu murtad.  Dua, harus datang dulu manusia durhaka yang sangat sombong dan mengaku Allah, bahkan duduk di Bait Allah (ayat 3-4).  Hal ini telah berulangkali dikatakan Paulus kepada jemaat Tesalonika, tetapi mereka menjadi bingung dan gelisah oleh pemberitaan dan surat palsu yang mengatasnamakan Paulus.  Oleh sebab itu, Paulus menulis surat 2 Tesalonika ini untuk meyakinkan jemaat agar berpegang pada ajaran yang tertulis dari Paulus.  Ajaran dari Paulus tegas dan tidak akan membuat jemaat gelisah dan bingung.  Sebab yang diajarkan Paulus adalah bahwa Allah dari mulanya telah memilih jemaat untuk diselamatkan.  Keselamatan itu tindakan Allah, dari Allah sendiri.  Jadi, jemaat semestinya memiliki keyakinan keselamatan kapan pun Dia datang kembali.

Jika jemaat berpegang pada ajaran yang benar dari Paulus, maka dalam hidup sehari-hari mereka dapat berdiri teguh dalam kesulitan, menerima penghiburan abadi saat mengalami kesusahan, dan pengharapan yang benar akan keselamatan kekal (ayat 15-16).  Dalam masa penantian ini, Tuhan sendiri yang menghibur dan menguatkan hati jemaat, sehingga dapat melakukan pekerjaan dan perkataan yang baik (ayat 17).  Artinya, dengan memiliki keyakinan iman maka jemaat dapat hidup dengan sikap positif, dapat bekerja dan berkata yang baik, berusaha bagaimana menjadi berkat bagi sesama.  Bukan diliputi kebingungan dan kegelisahan yang membuat jemaat hanya memikirkan diri sendiri.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Masa itu hanya Bapa sendiri yang tahu.  Sekalipun pada hari Tuhan ada penghakiman, tetapi seharusnya tidak membuat kita takut dan hidup semaunya dalam masa penantian.  Justru seharusnya terdorong mengisi hidup dengan hal-hal yang baik.

TEKADKU
TUHAN terimakasih untuk kebenaran firman-Mu.  Mampukan aku untuk mengisi hidup yang sekarang dengan hal-hal yang baik.  Sebaliknya, mampukan aku untuk meninggalkan hal-hal yang tidak baik.

TINDAKANKU
Sebagai bentuk responsku terhadap firman hari ini, maka aku akan meningglkan hal-hal yang tidak baik dalam hal …………. Untuk melatih diriku mempersiapkan diri menyongsong hari Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«