suplemenGKI.com

Jumat 8 Mei 2020

07/05/2020

MENYATU DENGAN ROH KUDUS

Kisah Para Rasul 7 : 55 – 60 

 

Pengantar
Dalam perjalanan kehidupan ini, ada banyak hal yang kita jumpai (kita lihat dan alami) dan kita lakukan. Namun pernahkah (atau seberapa sering) kita merenungkan dan menyadari bahwa semua yang baik bahkan yang hebat kita lakukan adalah karena ALLAH bekerja di dalam kita, sehingga pada akhirnya kita dapat berkata bahwa: “Hidup ini bukan kesaksian tentang diri kita tetapi tentang TUHAN.” Jadi marilah kita membaca Kisah Para Rasul 7 : 55 – 60 untuk melihat bagaimana bentuk penyertaan TUHAN bagi orang yang percaya kepada-NYA, dalam wujud kesatuan dengan Roh Kudus.

Pemahaman

Ayat  55 – 56       :  Apa yang dapat dilihat oleh Stefanus?

Ayat  57 – 60       :  Apa yang dilakukan Stefanus terhadap mereka yang menganiayanya?

Tidak semua orang atau bahkan bisa dikatakan bahwa tidak sembarang orang yang dapat menyaksikan kemuliaan ALLAH secara langsung, namun Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit yang terbuka, lalu melihat kemuliaan ALLAH dan TUHAN YESUS berdiri di sebelah kanan ALLAH. Ini menunjukkan betapa luar biasanya buah karya Roh Kudus. Jadi kita tidak seharusnya berfokus utama kepada Stefanus, tetapi kepada Roh Kudus yang memenuhi hidup Stefanus. Hanya dengan pertolongan Roh Kudus maka kita atau seseorang mampu melihat kemuliaan ALLAH.

Pekerjaan dan karya Roh Kudus juga yang membuat Stefanus dapat berseru dengan suara nyaring: “TUHAN, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka (yang menganiayanya)!” Sehingga memang tepat jika kitab Kisah Para Rasul harus dipahami sebagai kisah karya Roh Kudus melalui para Rasul, dan juga melalui Stefanus yang dikenal sebagai salah seorang diakonos.

Dua kesaksian di atas, kiranya semakin membawa kita sebagai umat TUHAN untuk selalu sedia dan setia hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Dengan demikian kita akan dapat melihat kemuliaan ALLAH dan berbuat seperti yang TUHAN YESUS ajarkan dan teladankan, dalam pikiran, perkataan serta tindakan hidup kita, yang antara lain: memohon pengampunan dari TUHAN untuk mereka yang bersalah kepada kita. Dengan demikian kita menjadi orang beriman yang yakin bahwa sesungguhnya hanya TUHAN yang dapat memberi pengampunan sejati. Jadi hendaknya hidup kita menyatu dengan Roh Kudus.

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apakah kita rindu melihat kemuliaan ALLAH?
  • Apakah kita bersedia dan setia hidup dalam pimpinan Roh Kudus?

Tekad
TUHAN, jadikan aku sebagai umat-MU yang sedia dan setia dipimpin oleh Roh Kudus sehingga selalu mau hidup menyatu dengan Roh Kudus.

Tindakanku
Saya akan lebih rendah hati untuk menyadari bahwa sesungguhnya hanya karena karya Roh Kudus, maka saya dapat melihat kemuliaan TUHAN dan hidup menurut pengajaran dan teladan TUHAN YESUS.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»